Menggunakan Segenap Sumber Daya, Bakat dan Skill untuk Agama

Menggunakan Segenap Sumber Daya, Bakat dan Skill untuk Agama

141
SHARE
Foto ilustrasi mendayagunakan potensi untuk agama. Sumber www.penjajakata.com

Majalahayah.com – Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan dilengkapi berbagai potensi yang compatible dengan amanat dan peran di muka bumi. Dari potensi tadi Allah SWT memberikan ujian untuk menentukan siapa yang paling terbaik sikap dan amalannya.

Sebagai makhluk yang tunduk patuh terhadap aturan dan perintah Sang Khalik, disini Allah SWT menyeru agar mendayagunakan segenap sumber daya, potensi dan skill yang dimiliki untuk agama Nya. Sebagaimana Firman Nya,

انفِرُوا۟ خِفَافًا وَثِقَالًا وَجٰهِدُوا۟ بِأَمْوٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿التوبة:٤١﴾

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah 9 : 41)

Ayat ini adalah panggilan Allah untuk kaum Muslimin yang akan menuju untuk perang Tabuk. Saat setelah pembebasan Kota Mekkah dan Islam telah menjadi kekuatan yang dominan di Arabia (tanah Arab). Pada waktu itu musim panas, buah-buahan hampir matang yang merangsang mereka untuk duduk berteduh di bawah pohon sambil menikmati buah-buahan. Mereka merasa enggan meninggalkan tempat untuk melaksanakan perintah. Sedangkan ada ancaman serangan dari Kekaisaran Romawi.

Nabi Muhammad SAW pada dasarnya mengeluarkan apa yang bisa di sebut draf militer untuk semua muslimin. Bersiap untuk pertempuran karena tentara Romawi (berjumlah) ratusan ribu lebih kuat, bahkan 230.000 lebih kuat.

Jadi umat Islam, apa pun sumber daya yang mereka miliki, harus digunakan untuk membela Islam. Dan bergerak maju dan bertemu musuh. Dan dalam kasus ini, ada beberapa yang merasa,

Baca juga :   Pergolakan Sejarah Perseteruan Kebenaran dan Kebathilan Sepanjang Zaman (Bagian 1/3)

Apakah kita benar-benar cukup kuat untuk berperang? Karena kita tidak pernah dalam pertempuran sebelumnya. Apakah kita cukup baik? Apakah kita dapat bermanfaat di medan perang?

Dan Allah memberi kata-kata universal yang tidak hanya bermanfaat dalam konteks itu, tetapi kata-kata ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin melayani agama Allah. Dan melindungi agama Allah. Dan melayani… dalam setiap tujuan baik di bawah kemuliaan Islam. Selama-lamanya.

(Diriwayatkan Ibnu Jarir dari Hadhromi) bahwasanya orang-orang berharap menjadi bagian dari yang diberi keringanan untuk tidak pergi berperang (sakit, lanjut usia) maka Hadhromi berkata, “Sesungguhnya aku berdosa.”

Dan itu adalah “Infiruu khifaafan wa siqoolan.” (QS At Taubah ayat 41)

“Berangkatlah, ringan maupun berat.”

Apakah Anda memiliki banyak uang atau Anda tidak memiliki banyak uang. Anda memiliki banyak harta untuk diberikan atau Anda tidak memiliki harta untuk diberikan. Apakah Anda memiliki banyak bakat atau Anda berpikir tidak memiliki bakat apapun. Apakah Anda kuat atau Anda berpikir Anda lemah. Apakah Anda berpengetahuan luas atau Anda berpikir tidak memiliki banyak pengetahuan.

Semua orang perlu berbaris ke depan karena Anda memiliki sesuatu untuk diberikan kepada Allah. Setiap kita harus menilai diri sendiri.

Di tempat lain di Quran Allah berfirman, “Qul kullun ya’malu ‘alaa syaakilatih.” (QS Al Isra ayat 84)

Katakan kepada mereka, “Setiap orang harus bekerja sesuai dengan pembawaannya masing-masing.”

Allah menciptakan kita dengan bakat tertentu, kemampuan tertentu, kekuatan tertentu. Dan kita harus gunakan bakat itu untuk bekerja demi Allah dengan cara yang terbaik. Dan kita harus benar-benar menilai diri sendiri. Agama kita tidak hanya tentang spiritualitas, kekhawatiran, ibadah, menjauhi hal-hal terlarang.

Baca juga :   Valentino Rossi, 37 tahun, Inspirasi dari Seorang Pembalap Gaek

Tidak… tidak… tidak… sesungguhnya agama kita tentang mengurus diri sendiri dan melakukan sesuatu yang lebih mulia. Melakukan sesuatu di luar yang kita butuhkan. Sesuatu yang Anda lakukan untuk membangun surgamu dengan membantu orang lain. Dengan menyebarkan agama ini, dengan berbuat kepada orang lain, dengan menyalurkan sedekah, dengan memberikan nasihat yang baik, dengan menjadi alasan dunia adalah tempat yang lebih baik. Anda melakukan sesuatu yang membuat dunia semakin lebih baik dari sebelumnya.

Kita harus melakukan itu. Dan bagaimana kita bisa melakukan itu? Kita harus benar-benar mencari tahu dan menggalinya dengan tafakkur. Memohon kepada Allah SWT agar dilapangkan dada kita dalam menerima dan membaca petunjuk Nya. Dan memahami bahwa ini perintah Allah.

“Infiruu khifaafan wa siqoolan.” (QS At Taubah ayat 41)

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat. Tidak peduli apa yang Anda miliki, dari sesuatu untuk diberikan dan bergerak maju. Maka Allah lah yang akan mendayagunakanmu.

Saya dengan tulus berdoa agar Allah membuat kita semua bermanfaat untuk agama-Nya. Bahwa Dia membuat kita berguna untuk agama-Nya. Karena jika bermanfaat untuk agama Allah adalah kehormatan terbesar yang dapat kita miliki dalam hidup ini. Sebagai bentuk bersyukur atas segenap potensi yang diberikan dan segenap daya guna kekuatan dari pertolongan Allah SWT.