(Foto: Screenshot dari Google Play)

Majalahayah.com, Pengadilan Tinggi di Catalonia memerintahkan Google untuk menghapus sebuah aplikasi, yang memberi tahu informasi mengenai pemilihan suara dalam referendum mengenai kemerdekaan wilayah Spanyol.

Aplikasi ‘On Votar 1-Oct’ di aplikasi smartphone Google Play dinyatakan telah melanggar keputusan Mahkamah Konstitusi Spanyol dan dituding sebagai ‘pemilihan suara ilegal’.

Google juga diperintahkan untuk memblokir semua aplikasi yang dikembangkan oleh alamat email Onvotar1oct@gmail.com yang menjadi user aplikasi tersebut.

Hakim mengatakan, bahwa penampilan aplikasi tersebut untuk kedua kalinya menunjukan ‘sikap enggan’ pemerintah terhadap keputusan pengadilan untuk memblokir situs web referendum.

“Mereka bermaksud menghindari blokade tersebut dengan aplikasi komputer untuk perangkat mobile. Seperti halaman web, hanya mempromosikan dan memfasilitasi penyelenggaraan referendum pada 1 Oktober,” katanya, dilansir dari RT Quetion More.

Menurut The Spain Report, Google telah mengikuti perintah pengadilan dan memblokir aplikasi yang sekarang tidak dapat diakses dari wilayah Spanyol.

“Kami menghapus konten dari platform kami saat kami menerima perintah pengadilan atau bila melanggar persyaratan dan ketentuan,” kata perusahaan berbasis platform tersebut.

Pemerintah daerah di Catalonia mengumumkan bahwa pemungutan suara akan dilanjutkan sesuai jadwal pada hari Minggu (1/10), meskipun ada tentangan keras dari Madrid.

Pihak berwenang telah menugaskan ribuan polisi tambahan ke wilayah pemungutan suara untuk mengamankan bilik suara.

Situs web dengan informasi referendum terpaksa diblokir, sesuai dengan surat perintah pengadilan. Sekitar 140 situs yang terkait referendum Catalan diturunkan pada bulan September 2017.