Mengasuh Anak? Pahami Bahasa Cinta

Mengasuh Anak? Pahami Bahasa Cinta

181
SHARE

Anak kerap menunjukkan bahasa cintanya melalui sentuhan fisik, seperti dengan meletakkan sepatu sang ayah yang baru pulang kerja atau sekedar memegang jilbab ibunya

Majalahayah.com – Mengasuh anak merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan benar. Salah satu yang tidak boleh disepelekan oleh para orangtua, yakni cara berinteraksi dalam mengasuh anaknya.

Praktisi Parenting, Irwan Rinaldi (Ayah Irwan) menjelaskan bahasa pengasuhan adalah bahasa cinta. Dalam bahasa cinta kepada anak, terdapat lima hal yang harus diperhatikan.

Pertama, bahasa cinta lewat kata-kata yang jenisnya afirmasi yakni dukungan atau pujian. Misalnya ketika anak membawakan segelas air kepada ibunya yang tampak kehausan, maka sebaiknya sang ibu mendukung seperti mengatakan “kamu hebat nak”.

“Anak-anak itu bahasa cintanya adalah dia minta apa yang dia lakukan itu didukung,” kata Ayah Irwan dalam kajian parenting bertajuk ‘Bahasa Cinta untuk Buah Hati’ di Masjid Raya Pondok Indah, Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017).

Menurutnya, sudah fitrah seorang anak bahwa ia ingin apa yang dilakukannya mendapat dukungan. Hal itu juga dimaksudkan agar sang anak bisa berkembang.

“Pengasuhan yang baik itu adalah yakinkan pertemuan kita (orang tua dengan anak) ini berguna buat anak kita, supaya dia lebih berkembang dari detik ini,” ucapnya.

Baca juga :   13 Film Inspiratif dan Memotivasi tentang Ayah dan Anak

Kedua, yakni melalui sentuhan fisik. Anak kerap menunjukkan bahasa cintanya melalui sentuhan fisik, seperti dengan meletakkan sepatu sang ayah yang baru pulang kerja atau sekedar memegang jilbab ibunya.

Ketiga, waktu yang berkualitas. Contohnya ketika anak tiba-tiba ingin membantu ibunya memasak di dapur atau ketika ia bertanya apa yang tengah dibaca sang ayah pada korannya.

“Ketika sudah melihat ciri-ciri seperti itu, taroh semuanya. Allah sudah mentakdirkan itu moment buat kita untuk menjawab bahasa cintanya,” sambung Ayah Irwan.

Dirinya juga mengatakan bahwa waktu yang berkualitas dari orang tua adalah salah satu hadiah untuk sang anak. Menurutnya, tidak melulu bahwa hadiah itu harus sesuatu yang berwujud.

Ayah Irwan menjelaskan waktu yang paling bagus tersebut yakni di pagi hari dan menjelang anak tidur di malam hari. Ia meminta para orang tua bangun lebih dini sebelum sang anak terjaga dan mendoakannya.

Bangun lebih awal di pagi hari bagi orangtua, juga agar mereka tidak bertengkar dengan sang anak, seperti saat merebutkan masuk lebih dulu ke toilet. Bila anak menerima amarah orangtua di pagi hari, Ayah Irwan mengatakan hal itu sangat tidak bagus baginya dalam menjalankan aktifitas.

Baca juga :   Waspadai Efek Talasemia Pada Pertumbuhan Anak

“Di pagi hari itu buatlah anakmu aman secara fisik dan nyaman secara psikologis, untuk dia menjalani aktifitas hingga sore hari. Itu hadiah yang luar biasa,” jelasnya.

Sementara saat menjelang tidur malam, kata Ayah Irwan, usahakan jangan sampai anak tidur tanpa ajaran Allah dan Rasulnya. “Jangan biarkan tidur di depan tv atau dininabobokan dengan gadget. Tutuplah hari anakmu dengan Allah dan Rasulnya, dan bukalah hari anakmu dengan Allah dan Rasulnya,” sebut Ayah Irwan.

Keempat, yakni berbagi hadiah. Ia mengatakan tidak melulu hadiah harus yang mahal. Ia mengkisahkan rahasia seorang ayah yang sukses dan sibuk, namun tetap bisa membuat anaknya taat kepadanya.

Caranya yakni setiap menjelang sang anak tidur, ayahnya selalu datang ke tempat tidurnya untuk sekedar mendengarkan sang anak menyetor hafalan Qur’an-nya.

Kelima, mengasuh secara patut. Ayah Irwan mengatakan berbeda usia beda pula cara mendidiknya. Juga terhadap anak perempuan dan laki-laki.

“Berikan cintamu ayah ibu, nanti anak akan membalas cintamu dan sekaligus memberikan dua bonus, yakni kekaguman dan ketaatan,” pungkasnya.