Ilustrasi kapal Diamond Princess. (Foto: Suara Merdeka)

Majalahayah.com – Belakangan nama kapal pesiar Diamond Princess ramai dibicarakan khalayak setelah ratusan orang dalam kapal tersebut dikabarkan terinfeksi virus corona Covid-19.

Menyusul Diamond Princess, operator kapal pesiar Dream Cruises juga menghentikan kegiatan operasional kapal pesiar World Dream dari Hong Kong sejak 9 Februari 2020 akibat wabah corona.

Departemen Kesehatan Hong Kong telah mengonfirmasi bahwa semua penumpang dan anggota kru negatif virus corona, termasuk 188 awak kapal asal Indonesia.

Ada alasan khusus kenapa wabah penyakit seperti Covid-19 mudah menyebar di kapal pesiar.

Menurut ahli Mikrobiologi dari LIPI Sugiyono Saputra, penyebaran COVID-19 bisa lebih cepat terjadi di kapal pesiar dikarenakan kondisi di dalam ruangan yang tidak terpapar panas membuat ketahanan virus menjadi lebih tinggi.

“Bukti adanya mutasi memang belum ada tapi mengapa penyebaran bisa lebih cepat di situ (kapal pesiar) bisa dikarenakan karena kondisi indoor jadi orang lebih mudah berkumpul dan ketahanan virusnya jadi lebih tinggi,” kata Sugiyono yang juga peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI dilansir Antara, Rabu (26/2/2020)

Kemungkinan jika di dalam ruangan, kata dia, dengan faktor kelembaban akan memungkinkan virus bertahan lebih lama ditambah juga ketiadaan paparan sinar ultraviolet yang bisa membantu mematikan virus.

Dia tidak memungkiri adanya kemungkinan mutasi dari COVID-19, tapi hal tersebut memerlukan pembuktian dengan penelitian dan pengujian.

“Kalau bicara mutasi memungkinkan sih iya, tapi buktinya belum ada. Tapi untuk kapal pesiar mungkin lebih ke arah faktor lingkungan,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengkhawatirkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess terpapar virus corona mutasi baru.

Menurut, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto berdasarkan beberapa referensi termasuk dari World Health Organization menunjukkan ada yang terinfeksi COVID-19 tapi memiliki gejala klinis ringan seperti flu biasa.

Oleh karena itu, menurut Yurianto, WNI yang berasal dari kapal pesiar akan menjalani masa inkubasi lebih panjang dibandingkan 14 hari observasi yang dialami WNI dari Wuhan, China di Natuna.

Kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang sebelumnya dilaporkan memiliki 630 kasus positif COVID-19 termasuk 4 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal pesiar tersebut.

Total 74 orang WNI yang juga berada di kapal itu dan dinyatakan sehat rencananya akan dipulangkan ke Indonesia.Area lampiran