Majalahayah.com, Bagi lebih dari 1,8 juta umat Muslim yang tersebar di penjuru dunia seperti dikutip Muslim Pro, mengetahui kiblat atau arah salat merupakan hal yang sangat penting. Arah kiblat sendiri menghadap ke Kabah di Mekah, Arab Saudi. 

Kendati demikian, walaupun kiblat menghadap ke Kabah di Mekah, tak berarti umat Muslim lantas menyembah Kabah. Bangunan ini hanyalah merupakan sebuah titik untuk arah ibadah bagi umat Muslim, bukan sebagai obyek yang disembah. Umat Muslim sendiri tentunya menyembah Allah yang Mahakuasa. 

Diyakini bahwa dengan mengetahui kiblat, umat Muslim akan lebih bersatu dan lebih fokus karena memiliki kesamaan arah dalam salat.

Sejarah di Belakang Kiblat

Dalam awal perkembangan Islam, arah kiblat pertama kali menghadap ke Masjid al Aqsa di Yerusalem. Dua tahun setelah Nabi Muhammad (SAW) dan para pengikutnya bermigrasi dari Mekah ke Madinah (Hijrah) pada sekitar 624 M, kiblat diubah jadi menghadap ke Kabah. Perubahan ini terjadi tiba-tiba karena Rasulullah diceritakan menerima perintah dari Allah. Wahyu tersebut memintanya untuk, “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram”, masjid suci, tempat Kabah terletak di Mekah.

Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. – Quran 2:144

Pada era sebelum Islam, Kabah sendiri merupakan sebuah makam. Umat Muslim meyakini bahwa Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, adalah yang membangun Kabah. Sesuai tradisi dari dulu hingga kini, bangunan ini tampil sederhana dengan bentuk bujur sangkar dan tanpa atap. Kendati demikian, sejak era Nabi Muhammad (SAW) hingga berabad-abad kemudian, Kabah telah melalui berbagai renovasi besar-besaran. Kabah kini memiliki struktur bangunan berbentuk kubus yang berdiri tegak setinggi lima belas meter dan lebar sepuluh setengah meter di setiap sisinya. Pintu Kabah juga kini terbuat dari emas asli sejak 1982.