Majalahayah.com, Jakarta – Ketika lelah dan penat dengan rutinitas, tak sedikit orangtua yang melampiaskan amarahnya kepada orang terdekat termasuk anak. Rasa ingin tahu yang tinggi seringkali membuat jengkel ketika si kecil bertingkah secara berlebihan.

Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah boleh memarahi anak?

Ustadz Tauhid Nur Azhar, M.Si.Med., M.Kes tuliskan dalam buku “Anda Bertanya Dokter Menjawab” bahwa marah atau memberikan hukuman kepada anak memang salah satu metode untuk mendidik dan mengarahkan si kecil, tapi apakah cara tersebut efektif untuk mendisiplinkan anak?

“Setiap manusia memiliki cetak biru kepribadian yang terdapat dalam gen-gen yang ternyata dapat diturunkan. Gen ini dapat aktif melalui beragam cara. Apabila dirangsang dengan kebaikan dan kasih sayang maka hasilnya pun demikian sama, namun begitu sebaliknya,” ucapnya.

Hal ini sudah dibuktikan melalui sebuah penelitian bahwa perlakuan kasar orangtua terhadap anak, seperti memaki, membentak, memukul saat ada fase usia tiga tahun maka itu memicu perilaku agresif anak di usia lima tahun.

“Anak yang sering mendapatkan perilaku kasar semasa kecilnya baik fisik maupun psikis akan mengalami gangguan mental ketika dewasa seperti depresi seperti mudah merasa cemas dan takut, berprilaku buruk seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol, melakukan tindakan kriminal bahkan bisa timbulnya kepribadian dan perilaku seperti antisosial dan psikopat,” tuntasnya.