Foto : Ilustrasi Google

Majalahayah.com, Jakarta  – Di zaman era digital, anak-anak sudah terlanjur sulit untuk dipisahkan dengan gawai. Keahlian buah hati dalam memainkan gawai, hal tersebut dikarenakan mereka terbiasa melihat orangtua dan orang dewasa disekitarnya selalu menggunakan gawai.

Dalam mengontrolnya, dibutuhkan peran orangtua agar tidak berlebihan menggunakan gawai dihadapan anak dan berikan penjelasan maksud dan tujuan dalam penggunaan gawai.

Namun tak hanya itu, orangtua sebagai tempat pendidikan utama anak semestinya mengetahui cara  efektif agar anak tak candu terhadap gawai, yaitu dengan cara mendongeng.

Dilansir melalui dream, kegiatan mendongeng tidak hanya menjauhkan anak dari dampak buruk gawai, namun secara tidak langsung mengajak anak untuk senang membaca.

Menurut komunitas kerajaan dongeng Indonesia, Herwan Husdiawan mengatakan bahwa anak-anak terinspirasi dan timbul rasa penasaran saat dibacakan buku cerita.

“Setelah diceritakan, anak-anak juga terinspirasi dan penasaran akan ceritanya, ‘Kayaknya seru deh ceritanya, saya baca sendiri deh,’ akhirnya mereka akan baca buku,” ujar pria yang akrab disapa Wawan dikutip melalui dream.

Menjelaskan bahwa penggunaan gawai dan televisi pada anak jika tak diawasi orang tua akan memberikan dampak buruk pada anak, Wawan berharap dongeng dapat mengembalikan peran orangtua terhadap anak.

“Sekarang gadget, TV menyerang sekali. Kami berharap dengan dongeng dan kegiatan seperti ini, orangtua atau guru bisa lebih dekat dengan anak-anaknya,” ungkapnya.