Mendikbud Ingatkan USBN Sebagai Upaya Kembalikan Kedaulatan Guru

Mendikbud Ingatkan USBN Sebagai Upaya Kembalikan Kedaulatan Guru

200
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaab (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendorong pemerintah daerah memanfaatkan hasil Ujian Nasional (UN) untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah masing-masing.

Menurut Muhadjir, UN merupakan salah satu alat untuk melakukan refleksi yang memberikan gambaran mengenai capaian hasil yang apa adanya, sehingga dapat digunakan untuk perbaikan.

Selain UN, Mendikbud juga mengingatkan peran Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang diharapkan dapat mengembalikan kedaulatan guru sebagai pendidik dalam melaksanakan evaluasi belajar.

“Lewat penyelenggaraan USBN, pemerintah ingin memberdayakan guru dalam membuat soal dan evaluasi. Para guru harus dilatih untuk meningkatkan mutu, termasuk dalam evaluasi. Dengan demikian , guru dapat memastikan siswa mencapai kompetensi lulus yang diharapakan,” papar Muhadjir dalam rilis yang diperoleh majalahayah.com (13/03/2018).

Baca juga :   Mudahkan Guru Berbagi Ilmu, Anak Negeri Luncurkan Aplikasi Crowd learning

Mengetahui naskah soal USBN SD/MI disusun oleh guru kesatuan pendidikan yang dikonsulidasikan di Kelompok Kerja Guru (KKG) sedangkan untuk naskag USBN SMP/MTS dan SMA sederajat disusun oleh guru pada satuan pendidikan yang dikonsulidasikan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Mencatat penyelenggaraan USBN tahun 2018 pada jenjang SD  terdapat 3 mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika. Untuk paket A diujikan 5 mata pelajaran, yaitu PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS. Pada jenjang SMP semua mata pelajaran di USBNkan.

Namun dari hal tersebut, pada jenjang SMA dan SMK sederajat memiliki sistem baru, siswa di bebaskan untuk memilih salah satu mata pelajaran yang di sukai.

“Jenjang SMA misal anak IPA abisa memilih salah satu mata pelajaran misalnya fisika saja, atau biologi, atau kimia, kita ingin anak-anak kita sesuai dengan passionnya. Pilih salah satu, begity pula dengan yang IPS ini adalah pilihan dari siswa tersebut,” ujar Bambang  Suryadi selaku Ketua BNSP saat Diskusi Publik bersama Media, di Jakarta (13/03/2018).

Baca juga :   Optimalisasi Kesehatan Anak, KPAI Sebut Pemberdayaan Ekonomi Umat Jadi Unsur Penting

Mengetahui jadwal pelaksanaan USBN ditetapkan oleh dinas pendidikan provinsi, kabupaten, kota sesuai dengan kewewenangannya berdasarkan zona kluster KKG, MGMP atau Forum Tutor.

“Penetapan jadwal USBN dengan mempertimbangkan ketuntasan kurikulum, kalender akademik masing-masing satuan pendidikan, hari libur nasional atau keagamaan, jadwal pelaksanaan ujian nasional, jadwal pengumuman kelulusan, serta modal pelaksanaan ujian berbasis komputer atau kertas dan pensil” pungkas Bambang.