Home Internasional Menakar Bahaya Sampah Antariksa dan Potensi Jatuh ke Indonesia

Menakar Bahaya Sampah Antariksa dan Potensi Jatuh ke Indonesia

34
Ilustrasi peluncuran Satelit. (Foto: getty image)

Majalahayah.com, Bisnis peluncuran satelit internet dianggap seksi oleh sejumlah raksasa teknologi dunia. SpaceX meluncurkan 60 konstelasi satelit internet ke orbit Bumi pada akhir Mei lalu, disusul pesaingnya Amazon dalam waktu dekat.

Proyek Kuiper yang disiapkan Amazon rencananya akan meluncurkan 3.236 satelit ke orbit Bumi. Satelit-satelit ini akan melayang berkelompok dalam 98 orbital di ketinggian 590 hingga 630 kilometer. Secara rinci, 784 satelit akan melayang di ketinggian 590 kilometer, 1.296 satelit pada ketinggian 610 kilometer, dan 1.156 satelit di ketinggian 630 kilometer.

Amazon merancang proyek Kuiper agar terhubung dengan Amazon Web Service (AWS) yang menyediakan layanan komputasi awan (cloud computing) untuk perorangan, perusahaan, dan pemerintah.

Langkah publik pertama Proyek Kuiper berupa tiga set pengajuan yang dilakukan dengan International Telecommunication Union bulan lalu oleh Komisi Komunikasi Federal atas nama Kuiper Systems LLC yang bermarkas di Washington, D.C.

Berbeda dengan Amazon yang masih sebatas rencana, SpaceX harus menelan pil pahit lantaran sebulan setelah diluncurkan tiga satelit internetnya hilang kontak dengan pusat pengendali di Bumi.

Kendati demikian, 57 satelit SpaceX dilaporkan masih bekerja dengan sangat baik dengan 45 persen diantaranya menaikkan ketinggian dan telah mencapai orbit paling akhir yang ditargetkan perusahaan yakni 550 kilometer.