Home Kabar Menag : Bimwim Program Ruang Belajar Rahasia Nikah, Bukan Nikah Rahasia

Menag : Bimwim Program Ruang Belajar Rahasia Nikah, Bukan Nikah Rahasia

246
Menag

Majalahayah.com, Jakarta – Kantor Urusan Agama (KUA) sudah mempunyai program layanan bagi calon pengantin dalam hal pembimbingan pasca akad pernikahan.

Lukman Hakim Saifuddin, selaku Menteri Agama (Menag) mengatakan bahwa tengah menggencarkan program Bimwin yaitu ruang belajar rahasia nikah.

“Bimwin adalah ruang belajar rahasia nikah. Jangan dibalik menjadi belajar nikah rahasia,” canda Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dii hadapan para Kepala KUA, Penyuluh dan Jajaran ASN Kanwil Kementerian Agama Porovinsi Sumatera Barat, Padang di lansir melalui web kemenag (15/10/2018).

Menyampaikan bahwa modul dan kurikulum program bimbingan perkawinan telah selesai digarap dan siap digunakan, sambung Lukman kepada Kepala KUA, harapan saya hal ini betul-betul dikawal dengan sebaik-baiknya.

“Serius benahi pasangan muda, bekali mereka dengan ilmu pengetahuan bagaimana mereka siap memasuki jenjang rumah tangga,” lanjutnya saat Sosialisasi Belajar Rahasia Nikah (Berkah).

Pembelajaran pasca menikah ini penting, kata Menag, mengetahui grafik angka perceraian terus melonjak. Demikian juga dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Karenanya, hal itu harus disikapi serius.

“Banyak pasangan muda bahkan sejak dulu masuk jenjang rumahtangga, praktis tidak mendapatkan pengetahuan secara sistematis, secara terstruktur dan baik,” kata Menag.

Selanjutnya, Menag tuturkan tidak sedikit pasangan suami istri yang menjadi ayah dan ibu secara trial and error atau coba-coba saja. Di bangku sekolah, tidak pernah diberikan pendidikan bagaimana menjadi ayah yang baik. Demikian juga pelajaran tentang esensi rumah tangga dan makna keluarga dalam agama.

“Bagaimana relasi suami kepada istri, istri kepada suami? Bagaimana ayah mempersepsikan anak, apa makna anak dalam keluarga menurut agama. Itu belum banyak dipelajari calon pengantin,” tuturnya.

Untuk itu, kata Menag, Kementerian Agama menggarap serius program pendidikan pranikah, bimbingan perkawinan. Banyak KUA diperbaiki, direhab, agar KUA tidak hanya menjadi tempat akad nikah, tapi yang tidak kalah pentingnya adalah bimbingan perkawinan pasangan pasangan muda untuk pembekalan perkawinan.

“Selain itu, masalah reproduksi sehat juga diberikan pemahaman. Karena banyak pasangan muda yang tidak paham anatomi dan alat-alat reproduksi, itu juga harus diberikan. Tujuannya agar lahir anak-anak sehat yang menjadi modal utama bangsa ini,” tambah Menag