Majalahayah.com – Penelitian terbaru COVID-19 menunjukan, bahwa virus tersebut akan semakin menular ketika gejala ringan. Sebaliknya, virus kemungkinan tidak akan menular ketika gejala sudah parah.

Mengutip dari Live Science, temuan yang dipublikasika di medRxiv ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada sembilan partisipan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab penularan virus corona yang sangat cepat. 

“Ini sangat kontras dengan SARS (sindrom pernapasan akut parah),” tulis peneliti. 

Pada pasien SARS, penularan virus mencapai puncaknya pada sekitar tujuh hingga 10 hari, karena infeksi menyebar dari saluran pernapasan atas ke jaringan paru-paru dalam.

Sedangkan, pada tujuh pasien COVID-19 yang diteliti peneliti menemukan penularan virus mencapai puncak sebelum hari kelima. Ini 1.000 kali lebib tinggi dibandingkan pasien SARS. 

Pada dua pasien lainnya, pumcak penyebaran dimulai saat infeksi sudah menyebsf ke paru-paru. Penularan virus mencapai tingkat maksimum pada hari 10-11.

Temuan menarik lainnya adalah virus dapat tumbuh pada tenggorokan, hidung, dan dahak. Namun, pada hari ke-delapan, sampel yang diambil pada pasien dengan kasus ringan tidak menghasilkan pertumbuhan virus. Hasil ini semakin memperkuat virus corona kurang menular setelah beberapa hari.

Berdasarkan temuan ini, peneliti merekomendasikan pasien di rumah sakit bisa dipulangkan lebih awal dengan isolasi diri di rumah setelah 10 hari kemunculan gejala.

Para ahli menilai, penelitian ini merupakan langkah awal untuk mengetahui penyebaran virus corona yang sudah menjadi pandemi.

“Ini adalah kontribusi yang sangat penting untuk memahami sejarah alami penyakit klinis Covid-19 maupun implikasi kesehatan masyarakat terhadap pelepasan virus,” kata direktur Center for Infectious Disease Research and Policy, University of Minnesota, Michael Osterholm.

Namun, karena penelitian ini terbatas pada skala kecil maka masih dibutuhkan lebih banyak kasus untuk melihat penularan virus corona pada tingkat populasi. Pelbagai studi terkait Covid-19 terus bermunculan dan kemungkinannya masih terbuka untuk diperbarui. Ini lantaran SARS CoV-2 merupakan virus dari keluarga corona dengan jenis baru dan karakteristik unik.