Membahas Peran Orang Tua Memandu Anak Untuk Pengguna Internet yang Cerdas

Membahas Peran Orang Tua Memandu Anak Untuk Pengguna Internet yang Cerdas

488
0
SHARE

Majalahayah.com – Jakarta – Bukalapak dan HIJUP kembali mengadakan Inspirasi Wanita Volume ke-2 dengan mengangkat tema“Internet Sehat, Sahabat Anak”. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu pagi, 5 November 2016 di kantor Bukalapak, Plaza City View ini menghadirkan tamu pembicara yaitu Jenahara Nasution (Fashion Designer dan Ibu), Alia Mufida (Psikolog Anak), Ibrahim Arief (Vice President of Engineering Bukalapak) untuk membahas peran mereka sebagai orang tua dalam mendidik sang buah hati untuk penggunaan Internet secara baik dan sehat.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2016 menyatakan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan Internet yang signifikan dengan jumlah total pengguna mencapai 132,7 juta dari total penduduk sebanyak 256,2 juta orang. Dari jumlah penggunanya, penetrasi penggunaan Internet di kalangan anak berumur 10 hingga 14 tahun berjumlah lebih dari 700 ribu.

Data tersebut menunjukkan bahwa anak jaman sekarang ini sudah sangat familiar dengan internet. Hal inilah yang menjadi tantangan yang cukup besar bagi para orang tua untuk perkembangan anak. Di era digital ini memang tidak dapat kita pungkiri untuk menjauhkan anak dari internet, akan tetapi dengan cara komunikasi dan pengarahan yang tepat dapat membawa pengaruh positif pada anak untuk penggunaan internet.

“Di acara ini, Bukalapak dan HIJUP menghadirkan narasumber yang berlatar belakang profesi yang berbeda-beda, namun mereka juga berperan sebagai orang tua, sehingga mereka dapat berbagi pengalaman dalam pendampingan penggunaan internet secara sehat untuk anak-anak. Kami berharap acara ini dapat memberikan inspirasi kepada para orang tua di masa kini,” pungkas Evi Andarini selaku PR Manager Bukalapak melalui rilis kepada awak media, Sabtu (5/11/2016).

Dalam kesempatan ini, Bukalapak juga mengundang Alia Mufida, seorang psikolog anak di Klinik Tumbuh Kembang Mentari Anakku yang juga memiliki satu anak yang baru berusia tiga tahun. Alia percaya bahwa penggunaan Internet berlebihan tanpa dukungan dan pengawasan orang tua dapat memberi dampak yang negatif bagi anak dari usia yang sangat muda. Rasa ketergantungan dan keterbiasaan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan juga perilaku sang buah hati.

“Anak-anak kita sangat beruntung dapat ter-expose dengan internet dan gadget dari usia muda. Mengutip dari rekomendasi American Academy of Pediatrics (2016), sebaiknya anak berusia di bawah 18 bulan tidak direkomendasikan untuk menggunakan gadget, media, dan internet. Untuk anak berusia 18 bulan sampai 2 tahun sudah mulai diizinkan asal memiliki tontonan yang tepat dan ditemani, hindari solo media use. Sedangkan untuk anak berusia 2-5 tahun penggunaan gadget, media, dan internet tidak lebih dari satu jam sehari,” ujar Alia Mufida.

Ibrahim Arief, seorang IT Expert dan Vice President of Engineering Bukalapak juga menambahkan dari segi teknis dalam Internet dan bagaimana orang tua dapat terus mengamankan anak mereka situs web dan konten dalam Internet yang tidak baik dan negatif.

“Ada sekitar 30 juta anak di Indonesia yang menggunakan internet dan hamper 90% di antaranya ter-expose dengan konten yang tidak seharusnya. Teknologi sendiri sebenarnya netral, namun bagaimana kita sebagai orang tua dapat membantu mengontrol konten untuk anak, ” Jelas Ibrahim.

“Kita juga harus secara terbuka menjelaskan konten-konten apa saja yang ada dalam penggunaan internet, agar agar anak juga dapat merasa nyaman dengan penggunaannya dalam pengawasan. Salah satu upaya lainnya adalah dengan melakukan software parental controlyang dapat diatur lewat pengaturan di gadget anda, sehingga konten yang diunduh sesuai dengan usia anak kita,” katanya

Jenahara Nasution, fashion designer dan juga seorang ibu rumah tangga yang sudah memiliki tiga anak berbagi pengalaman nya, “Sebagai seorang content creator sebisa mungkin saya membatasi mengunduh foto keluarga saya di media sosial untuk menghindari hal-hal negatif. Akun sosial media saya lebih banyak bercerita soal karir dan karya. Nah sebagai orang tua, saya ingin sekali agar anak-anak bisa pintar lewat internet, bisa menggunakan internet untuk hal-hal positif baik untuk kegiatan akademisnya ataupun hobi, ” jelas Jenahara.

“Makanya saya tidak akan kasih anak main gadget setiap saat dan harus ada jadwal dan batasan. Anak-anakku harus tahu batasan agar tidak memiliki ketergantungan, terutama untuk main games dan streaming video dan itu tidak pernah diluar pengawasan aku,” tambahnya.

Dalam acara talkshow Inspirasi Wanita ini, Bukalapak dan HIJUP dengan senantiasa memberi dukungan untuk para orang tua agar putra-putri yang sudah melek digital dapat menjadi penerus bangsa yang terhubung dan pengguna Internet yang sehat dan baik.

LEAVE A REPLY