Presiden Rusia Putin
Foto : Presiden Rusia Vladimir Putin. (Sumber www.sisidunia.com)

Majalahayah.com, Seoul – Presiden Rusia Vladimir Putin melangsungkan pembicaraan via telepon dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) yang baru terpilih, Moon Jae-In pada Jumat (12/5).

Melalui percakapan selama 20 menit itu, Putin menawarkan bantuan kepada Jae-In dalam upaya penyelesaian masalah ketegangan dengan Korea Utara (Korut).

Kantor Kepresidenan Korsel, Blue House menyatakan bahwa Putin siap ikut memulihkan ketegangan kedua negara akibat program nuklir Korut.

“Kami berharap Rusia memainkan peran konstruktif agar Korea Utara menghentikan provokasi nuklir dan melakukan denuklirisasi,” demikian penuturan Jae-In seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/5/2017).

Pemimpin baru Korsel tersebut memang tengah berusaha meredam ketegangan melalui cara-cara perundingan.

Sebelumnya, Jae-In mengatakan bahwa tugas utama untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara yakni memperkuat komunikasi bilateral strategis dalam mencari solusi untuk menangkal ancaman nuklir Korut.

Jae-In rencananya juga akan membicarakan isu nuklir Korut dengan enam negara besar yakni Amerika Serikat (AS), China, Jepang, Rusia, Korsel dan Korut. Perundingan itu terhenti sejak tahun 2008, pasca uji coba terbaru rudal Korut.

“Saya juga berniat mencari cara untuk memulai dialog segera antara Korut dengan Korsel, demikian halnya dengan perundingan enam pihak,” tandasnya.

Blue House juga mengatakan Putin siap untuk membantu seluruh persoalan Korut – Korsel. Kedua pemimpin juga akan saling mengundang untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke negara masing-masing.