Melalui Edukasi, Komunitas Daun Salam Hadir Cegah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan...

Melalui Edukasi, Komunitas Daun Salam Hadir Cegah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

42
SHARE

Majalahayah.com, Depok – Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia telah menjadi fokus Komunitas Daun Salam dalam memberikan pendidikan berupa edukasi bagi masyarakat terkhusus perempuan.

Komunitas yang merupakan kumpulan perempuan alumni Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Jakarta, Daun Salam sukses selenggarakan Seminar dengan tajuk ‘Saatnya Perempuan Bicara untuk Kota Depok Bebas dari Kekerasan’ dengan menghadiri Sahat Farida Berlian, Anggota DPRD Kota Depok, Hj. Elly Farida, Ketua P2TP2A kota Depok, Retno Listiarty Komisioner KPAI, dan Saur Tumiur Situmorang, Komisioner Komnas Perempuan.  Seminar ini terselenggara di D Mall Lantai 3, Depok, Jawa Barat pada Sabtu, 06 Oktober 2018.

Baca juga :   Prancis Peringatkan Turki Tentang Operasi Militer ke Suriah

Pada kesempatannya, Elly Farida menuturkan bahwa anak adalah masa depan bangsa dan perempuan merupakan pundi-pundi pembangunan bangsa yang sudah semestinya dilindungi hak-haknya.

Meskipun kota Depok dinyatakan sebagai kota penyangga, kota ramah anak, sahabat keluarga, Elly katakan tak dipungkiri kota Depok masih banyak terlibat kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, anak dan kasus lainnya.

“Dinamika kasus yang terjadi di kota Depok cukup kompleks, sehingga tidak bebas dari permasalahan sampai 0%, pasti ada laporan-laporan kasus,” ucap Elly, dalam Seminar Komunitas Daun Salam, di Depok (06/10/2018).

Baca juga :   Sayangkan Kebijakan Kemenristekdikti, DPN FORDEBI Sebut Hanya Tambah Ketergantungan Indonesia pada Pihak Asing

Mengetahui jumlah kasus terhadap perempuan dan anak di Depok sebesar 2,2 juta jiwa, sambung Elly, kita masih membutuhkan bantuan berupa pelayanan untuk memberikan edukasi kepada perempuan dan anak.

“Kita sudah banyak berkerjasama dengan asosiasi, pengusaha, namun masih minim dari distribusi proses pengedukasian, beberapa kali sudah ada pencegahan seperti program ramah anak dengan mendirikan rumah dongeng dan bagi perempuan kita sudah buka kelas parenting, kita minta izin untuk memberikan edukasi kepada mereka disela-sela waktu menunggu anak di sekolah,” tukasnya.