Ilustrasi keromantisan suami istri. Sumber kompasiana.com

Majalahayah.com – Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang dianggap sebagai junjungan bagi umat muslim. Selain sebagai pemimpin agama, pemimpin negara, sampai pemimpin pasukan perang yang tangguh, Nabi Muhammad SAW juga terkenal sebagai sosok lelaki yang lembut, romantis dan penuh kasih sayang. Salah satunya adalah bagaimana cara Rasulullah memperlakukan dan memanjakan istrinya.

Berikut 14 bentuk keromantisan Nabi Muhammad SAW, dilansir dari Nahdlatul Ulama online.

1. Panggilan Kesayangan

Bukhari dan Muslim meriwayatkan Nabi Muhammad memanggil Aisyah dengan “Ya Aisy” Sedangkan Ibnus Sunni meriwayatkan nabi memanggil Aisyah dengan “Ya Uwaisy.

Dalam budaya masyarakat arab pemenggalan nama untuk panggilan kesayangan adalah salah satu cara seseorang bermanja-manja dengan orang tersebut.

Dalam riwayat Ibnu Majah, Nasai, Baihaqi dan beberapa perawi hadits lain, Nabi Muhammad SAW juga memanggil Aisyah dengan ‘ya Humaira’ yang berarti putih kemerah-merahan.

2. Tiduran Dipangkuan Istri

Sayyidah Aisyah RA, meriwayatkan:

Dahulu Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku kemudian membaca (Al-Qurán) sedangkan aku dalam keadaan haid.” (HR Abu Dawud [nomor 227], Bukhari [nomor 288], Muslim [nomor 454], Ahmad [nomor 24442], dan Ibnu Majah [nomor 626]).

3. Menempelkan Mulut Pada Bekas Makan dan Minum Istri

Sebagaimana yang telah diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA, Ia berkata:

“Terkadang Rasulullah SAW disuguhkan sebuah wadah (air) kepadanya, kemudian aku minum dari wadah itu sedangkan aku dalam keadaan haid. Lantas Rasulullah SAW mengambil wadah tersebut dan meletakkan mulutnya di bekas tempat minumku. Terkadang aku mengambil tulang (yang ada sedikit dagingnya) kemudian memakan bagian darinya, lantas Rasulullah SAW mengambilnya dan meletakkan mulutnya di bekas mulutku.” (HR Ahmad [nomor 24373]).

4. Mandi Bersama Istri

Nabi Muhammad mandi bersama Aisyah dalam satu kamar mandi dan dalam bak yang sama, seperti yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah R, Ia berkata:

Aku (Aisyah) pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air, dan tangan kami bersentuhan.” (HR Mutafaqun ‘Alaih).

5. Mengecupan Mesra Istri

sebuah hadis dalam kitab Dzakhiratul Huffazh, Sayyidah Aisyah RA, berkata, bahwa salah satu bentuk keromantisan Rasul dengan istrinya adalah mengecup mesra istrinya.

“Sungguh Nabi SAW ketika mencium salah satu istrinya, beliau mengecup lidahnya.” (HR Maqdisi dalam Dzakhiratul Huffazh [nomor 1568]).

6. Mengusap Air Mata Istri

Tidak hanya kepada Aisyah, Nabi menunjukan sisi romantisnya, tetapi juga pada Shofiyah.Pernah suatu hari, dalam perjalanan saat itu Shofiyah bersedih lantaran untanya terlalu lamban. Lalu Nabi mengusap air mata Shofiyah ketika menangis.

“Suatu ketika Shofiyah bersama Rasulullah SAW dalam perjalanan. Sedangkan hari itu adalah bagiannya. Tetapi Shofiyah sangat lambat sekali jalannya, lantas Rasulullah SAW menghadap kepadanya sedangkan ia menangis dan berkata, ‘Engkau membawaku di atas unta yang lamban.’ Kemudian Rasulullah SAW menghapus air mata Shofiyah dengan kedua tangannya.” (HR Nasa’i dalam As-Sunanul Kubra [nomor 9162]).

7. Membiarkan Istri Menyisir Rambut

Sayyidah Aisyah RA, berkata:

“Dahulu aku menyisir rambut Rasulullah SAW sedangkan aku dalam keadaan haid” (HR Bukhari dan Muslim).

8. Mengantarkan Istri

Diriwayatkan dari Ali bin Husein RA, ia berkata:

“Suatu ketika Nabi SAW berada di masjid (Nabawi), sedangkan istri-istrinya ada di dekatnya kemudian mereka pulang. Rasulullah bersabda kepada Shafiyah binti Huyay: ‘Jangan buru-buru agar aku bisa pulang bersamamu.’ (HR Bukhari [nomor 1897]).

9. Membelai Istri

Rasulullah tidak pilih kasih untuk memberi kasih sayang pada istrinya dengan rutin membelai dan memenuhi nafkah batin yang merupakan hak istrinya. Seperti yang diriwayatkan dalam hadist berikut:

“Hampir setiap hari Rasulullah SAW mengunjungi semua istrinya, lantas mendekatinya satu per satu di tempatnya (rumah). Kemudian Rasulullah SAW mencium dan membelainya tanpa bersetubuh atau berpelukan.” Aisyah berkata, “Lantas beliau menginap di (rumah) istri yang mendapat gilirannya.” (HR Daruquthni [nomor 3781]).

10. Mengutamakan Wanita

Mengutamakan wanita atau istilah yang lebih dikenal saat ini ‘Ladies First’ merupakan pelayanan optimal bagi seorang wanita, seperti ketika suami membukakan pintu, mendahulukan, dan lain sebagainya. Rasulullah juga berlaku sama kepada istri-istrinya. Sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik RA, dalam sebuah hadis perjalanan pulang dari penaklukan Khaibar:

“Kami keluar menuju Madinah. “Anas berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW menyiapkan tempat duduk Shafiyah di belakangnya dengan kain, kemudian ia duduk di dekat untanya dan memosisikan lututnya, lantas Shafiyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau hingga naik (ke unta).”(HR Bukhari).

11. Berbincang Bersama Istri Diluar

Rasulullah SAW mengajak istri berjalan-jalan santai diluar, berbincang dari hati ke hati sambil menikmati pemandangan dan hembusan angin. Seperti yang diriwayatkan Sayyida Aisyah RA, Ia berkata:

“Nabi SAW ketika malam hari berjalan bersama Aisyah, berbincang dengannya.” (HR Bukhari [nomor 4810] dan Muslim [nomor 4477]).

12. Mengajak Istri Keluar Kota Secara Bergantian

Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW ketika bepergian keluar kota adalah membawa istrinya dengan cara diundi. Seperti yang diriwayatkan Dalam sebuah hadist Sayyidah Aisyah RA, berkata:

“Rasulullah SAW itu ketika hendak bepergian akan mengundi di antara istri-istrinya. Siapaun udiannya yang keluar, maka beliau akan pergi bersamanya” (HR Bukhari dan Muslim).

13. Mengajak Istri Makan Di luar

Diriwayatkan dari Anas RA, ia berkata:

“Seorang lelaki Persia yang merupakan tetangga Nabi SAW mempunyai kuah kaldu paling sedap. Kemudian dia membuat makanan dan mendatangi Nabi SAW lantas mengundangnya untuk makan, sedangkan Aisyah berada di samping Nabi. Kemudian Nabi SAW berkata, ‘Yang ini bagaimana?’ Ia menunjuk Aisyah dan berkata, “Tidak” Kemudian memberi isyarat kepadanya, “Bagaimana dengan ini?” Dia berkata, “Tidak.” Kemudian Nabi memberi isyarat yang ketiga kalinya dan bersabda, “Ini bersamaku?” Kemudian ia berkata, “Ya.” (HR Ibnu Hibban [nomor 5301], Abu Ya’la [nomor 3261], dan Darimi [nomor 2119]).

14. Membujuk Istri yang Sedang Marah Dengan Lembut

Aisyah pernah mengalami fase sangat cemburu kepada Rasulullah, kemudian ditenangkannya dengan cara membujuk dengan penyampaian dan perilaku yang sangat lembut.

Rasulullah memijit hidung Aisyah jika ia marah dan berkata : Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni)

Cara Rasulullah menanggapi istrinya ketika marah tidaklah dengan memarahinya balik apalagi berlaku kasar terhadap istrinya.

Berkat keromantisannya, Rasulullah SAW mampu mempertahankan rumah tangganya dalam hubungan yang harmonis. Hal ini yang patut diteladani oleh banyak orang terutama untuk para suami.