Foto ilustrasi momen pernikahan. Sumber www.nu.or.id

Majalahayah.com, Jakarta – Diterapkannya era new normal berarti memperbolehkan adanya kegiatan umum seperti bekerja, berbelanja, hingga melakukan resepsi pernikahan. Namun, tentunya dengan selalu mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Melansir program Special Report di iNews TV, Minggu (14/6/2020), Ketua Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana), Gandy Priapratama mengungkapkan, pihaknya telah mengatur protokol kesehatan Covid-19 ketika ada klien mereka yang akan melakukan pesta pernikahan.

Dia mengatakan, jika mengadakan pesta pernikahan di gedung, jumlah orang dalam gedung tidak melebihi 50 persen. Hal ini diterapkan agar para undangan bisa menerapkan physical distancing selama berada dalam gedung.

“Jadi kalau satu gedung kapasitasnya 1000 orang, maka di era new normal tidak boleh lebih dari 500 orang,” tutur Gandy.

Selain itu, sebelum memasuki area gedung, akan ada petugas yang melakukan pengecekan suhu dan memberikan hand sanitiser. Tetapi ia mengimbau agar para tamu undangan dan pihak keluarga pengantin tetap membawa hand sanitiser pribadi.

“Memasuki area gedung, akan ada pengecekan suhu tubuh. Kami juga mengimbau agar seluruh undangan yang hendaknya menghadiri pesta pernikahan tetap membawa hand sanitiser pribadi,” sambung Gandy.

Gandy juga telah membuat simulasi panggung pernihakan agar dibuat lebih luas dan lebar. Para kursi tau undangan juga akan disusun berjarak.

“Tentunya kursi akan kita atur supaya tamu bisa jaga jarak. Panggung pengantin juga akan dibuat lebih besar dan lebih lebar,” ujarnya.

Selanjutnya, Gandy juga mengatakan bahwa makanan yang disediakan dalam konsep buffet berpotensi menularkan Covid-19. Untuk itu, mereka akan mengubah konsep buffet menjadi katering.

“Jika klien khawatir menggunakan konsep buffet akan menularkan Covid-19, kita juga siapkan alternatif yakni mengganti makanan untuk tamu undangan dengan sistem katering yang akan dibagikan oleh waiters dari pihak Wedding Organiser (WO).

Terakhir dan paling penting, lanjut Gandy, ia mengimbau agar orang-orang selalu menggunakan masker, baik dari pihak WO, tamu undangan, maupun pengantin.

“Siapapun diharapkan untuk selalu menggunakan masker tanpa terkecuali. Jika masih ada tamu yang bandel tidak mengenakan masker, maka pihak WO mungkin akan menyiapkan beberapa masker cadangan untuk dibagikan,” pungkasnya.