Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis (2/4/2020). (Dok : BNPB)

Majalahayah.com, Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menerima sumbangan sampai dengan total lebih dari Rp193 miliar yang datang dari berbagai lapisan kelompok masyarakat sampai dengan Kamis (9/4), kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

“Donasi dari semua kelompok masyarakat, bahkan dari seluruh dunia yang menunjukkan bahwa kita serius. Pemerintah, masyarakat dunia usaha serius di dalam menangani COVID-19 ini,” kata Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4).

Sumbangan itu, kata Yurianto, akan digunakan dalam usaha mencegah penyebaran COVID-19 dan untuk menyokong berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menghadapi dampak dari wabah yang disebabkan virus corona jenis baru itu.

Langkah perlindungan sosial dan stimulus ekonomi, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, bernilai lebih dari Rp405 triliun sudah disiapkan untuk meringankan beban masyarakat Indonesia yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat COVID-19.

Perlindungan sosial itu termasuk untuk membantu rumah tangga yang membutuhkan untuk membayar iuran air dan listrik. Masyarakat, kata dia, bisa membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran lebih luas COVID-19 dengan ketat melakukan penjagaan jarak dan berdiam di rumah.

“Upaya pemerintah yang dilakukan tentunya akan sangat tergantung dari kepatuhan kita, kepatuhan masyarakat sebagai ujung tombak dari penghentian rantai penularan COVID-19 ini,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu.

Dia mengajak masyarakat untuk dengan terus melakukan imbauan pemerintah seperti tidak keluar rumah, karena merupakan cara terbaik untuk menghindari infeksi penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.

Kalau memang terpaksa harus keluar rumah, Yurianto meminta agar masyarakat menggunakan masker kain yang menurut data menunjukkan efektivitas 60 persen untuk mencegah penularan virus.