Majalahayah.com, Banten – Pada umumnya masjid-masjid yang tersebar di Indonesia dibangun dengan bahan dasar pasir, batu, dan semen, atau dengan kata lain beton. Masjid seperti ini tentu banyak, yang sedikit adalah masjid unik yang terbuat dari bambu.

Salah masjid unik yang terbuat dari bambu terdapat di di halaman Kantor Operasional Toll Tangerang-Merak Ciujung, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Masjid ini dibanun dengan mengusung kearifan lokal.

Dikutip dari laman Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) pada Jumat (14/2/2020), masjid tersebut dinamai Saka Buana.

Masjid Saka Buana memiliki arsitektur khas Jawa Barat “tangkuban perahu” atau perahu terbalik. Masjid yang dibangun oleh Yayasan Bambu Indonesia ini diklaim sebagai masjid bambu terbesar yang ada di Indonesia.

Luas bangunannya mencapai 260 meter persegi dengan 60% bahan dari bambu yang diambil dari perkebunan bambu di sekitar Jawa Barat.

Masjid sengaja dicat dengan warna alami, menggunakan cat pernis sehingga serat bambu tetap terekspose. Memiliki bagian menara yang juga dibuat dari struktur bambu serta memiliki tiga undakan pada ujung menaranya. Di bagian pucuk menara terdapat tulisan lafaz Allah.

Masjid sebagai tempat ibadah umat Muslim memang memiliki karakter arsitektur yang khas, yang biasanya menggabungkan antara arsitektur Islam dengan kearifan lokal, termasuk dengan material dasarnya. Yang terpenting, secara fungsional masjid bisa membuat orang yang beribadah di dalamnya merasa tenang dan khusyuk.

Wilayah Jawa Barat selama ini memang terkenal dengan kekhasan bangunan yang terbuat dari bambu. Sejak dulu, banyak rumah atau tempat ibadah di Jawa Barat menggunakan bambu sebagai bahan dasar.

Bahkan, bambu Jawa Barat kini terkenal hingga ke mancanegara karena kualitas artistik dan kekuatannya. Negara-negara seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Dubai, hingga Spanyol menaruh minat terhadap rumah atau bangunan bambu khas Jawa Barat.

Secara desain, Masjid ‘Saka Buana’ yang berarti ‘Tiang Dunia’ sarat dengan filosofi. Misalnya, lima buah bambu runcing yang terletak di bagian mihrab, memiliki arti rukun Islam. Kemudian bambu yang berbentuk tudung putri yang melingkar enam bilah potongan menggambarkan rukun iman.

Memasuki ruang dalam, Anda disambut gazebo bertulisakan lafaz Allah dan Muhammad di atasnya. Ketika melangkah lebih dalam lagi ke ruang salat, hawa akan terasa lebih sejuk karena memang dibuat demikian agar beribadah terasa nyaman. Sementara itu, interior masjid juga seluruhnya menggunakan ornamen bambu.

Masjid Saka Buana terletak di halaman Kantor Operasional Toll Tangerang-Merak Ciujung, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Masjid ini baru diresmikan pada 20 Januari 2020.

Meskipun mengusung arsitektur tradisional, masjid dengan daya tarik wisata yang tinggi ini, layak dikelola dengan manajemen modern hingga penggunaan teknologi 4.0. Tujuannya, agar fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan Islam berjalan secara optimal dan umat pun merasakan manfaat keberadaannya.