Anggota Fraksi PKS DPR RI Mardani Ali Sera

Majalahayah.com, Jakarta – Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera mempertanyakan dasar pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Negara, kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Salah satunya dirinya menyoroti nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang masuk dalam calon Kepala Badan Otoritas IKN. Ia menilai Jokowi terkesan menganak emaskan mantan Gubernur DKI itu.

“Pertama, nggak baik kalau Pak Jokowi terkesan menganak emaskan Pak Ahok. Kedua, buat beauty contest untuk menentukan siapa yg paling layak. Tapi yang utama selesaikan dahulu payung hukumnya,” tegasnya melalui pesan singkat kepada awak media, Sabtu (6/3/2020).

Dia juga mempertanyakan dasar pembentukan Badan Otorita IKN. “Krn tidak pernah sekalipun Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN ini dibahas secara bersama oleh pemerintah dan DPR. Knp tiba2 ingin membuat perpres?#KritikBadanOtoritaIKN. Semuanya harus dibahas terbuka, serius, dan komprehensif bersama DPR. Pak Jokowi tdk bisa sembarangan dlm membuat kebijakan. Semua kebijakan harus didasari payung hukum yg kuat,” katanya.

“Saat ini kita sdh memasuki era keterbukaan. Publik dapat dgn mudah mengawasi kinerja pemerintah dan mudah pula bagi masyarakat menggugat kebijakan tsb. #KritikBadanOtoritaIKN,” twit Mardani.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi akan segera menandatangani perpres Badan Otorita Ibu Kota Negara. Jokowi mengaku masih menggodok nama calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara. Salah satunya Ahok. Selain Ahok, ada pula nama Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Bupati Banyuwangi, Jawa Timur,  Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Tumiyana.

“Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro. Dua, Pak Ahok. Tiga, Pak Yumiyana. Empat, Pak Azwar Anas,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3) lalu.