Kabut asap Riau (Dok : Twitter)

Majalahayah.com, Malaysia akan membawa masalah kabut asap ke ASEAN untuk mendorong “mekanisme yang lebih efektif” di tingkat regional untuk mengatasi bencana yang terjadi hampir setiap tahun itu.

Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin mengatakan kepada wartawan pada Kamis, 19 September bahwa inisiatif lain, seperti penyemaian awan dan undang-undang yang diusulkan untuk menghukum perusahaan Malaysia yang menyebabkan kebakaran di luar negeri, akan gagal menyelesaikan masalah tanpa “kerjasama internasional untuk mengatasi kabut lintas batas negara”.

“Saya akan melakukan telekonferensi dengan sekretaris jenderal ASEAN untuk mengemukakan pandangan dan harapan kami, (agar) akan ada mekanisme yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini dalam jangka panjang,” katanya sebagaimana dilansir Straits Times, Kamis (19/9/2019).

Ini adalah operasi penyemaian awan ketiga di Semenanjung Malaysia sejak Senin, yang membawa hujan deras yang sedikit menyapu kabut asap. Tetapi upaya itu hanya bersifat jangka pendek karena asap terus bertiup dari Indonesia.

“Penyemaian awan bersifat sementara. Undang-undang hanya akan berlaku untuk perusahaan-perusahaan Malaysia,” katanya tentang proposal yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk mengadopsi Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas Negara (Transboundary Haze Act) yang serupa dengan Singapura.

Pada Rabu (18/9/2019), Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Kabinet sedang mempertimbangkan undang-undang semacam itu untuk mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan Malaysia yang beroperasi di luar negeri dan menyebabkan polusi secara lokal.

Namun, Yeo menjamin bahwa pemerintah siap untuk melakukan penyemaian awan secepat mungkin karena kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

Saat ini, Perjanjian ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas Negara tidak mengizinkan negara-negara lain untuk mengambil tindakan terhadap penandatangan yang menyinggung, atau memberikan bantuan kecuali diminta oleh pihak yang terkena dampak.

“Kami membutuhkan kerja sama di tingkat regional dan kami percaya semua negara di ASEAN ingin menyelesaikan masalah ini. Malaysia sangat berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi jangka panjang,” kata Yeo.

Sejauh ini lebih dari 2.000 sekolah di Malaysia harus ditutup karena kabut asap, memengaruhi dua juta siswa di seluruh negeri. Sementara itu perawatan rawat jalan di rumah sakit umum untuk masalah kesehatan terkait mata telah meningkat sebesar 30 persen pada periode saat ini.