Malas Berolahraga? Begini Tips dari Para Pelatih Kebugaran

Malas Berolahraga? Begini Tips dari Para Pelatih Kebugaran

107
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Rasa malas acap kali menghampiri kita sehingga niat untuk berolahraga gagal diwujudkan. Dalam keseharian biasanya kita lebih memilih kegiatan lain yang dianggap lebih menyenangkan. Intinya, banyak orang malas olahraga karena kurangnya motivasi.

Tak hanya kita, para pelatih pribadi pun juga tak luput dari rasa malas untuk berolahraga.

Dilansir dari Kompas, Lantas, cara apa yang mereka gunakan untuk mempertahankan semangat rutin berolahraga dan membuat para klien mereka juga termotivasi?

Chris Matsui, pelatih kebugaran, tak menampik terkadang ia juga malas ke gym, namun ia menyadari bahwa absen berolahraga membuat kebugarannya turun.

“Meskipun merasa lelah atau malas, saya selalu menargetkan diri pergi ke gym setiap tiga kali seminggu,” katanya.

Menurutnya, semua jenis olahraga sangat baik untuk tubuh kita, bahkan jika itu bukanlah latihan terbaik kita.

“Ini tidak berarti setiap olahraga akan bekerja maksimal. Tapi, itu cukup untuk berkeringat dan membuat tubuh saya merasa lebih baik,” pungkasnya.

Matsui kerap mengingatkan kliennya untuk melakukan olahraga kecil sekitar 20 hingga 30 menit. Meski durasinya singkat, tapi bisa memberi efek positif jangka panjang.

“Tidak semua orang memiliki waktu untuk olahraga 90 menit setiap hari, jadi manfaatkan dan lakukan apa yang kita bisa lakukan sampai kita memiliki lebih banyak waktu luang,” sarannya.

Olahraga sekitar dua menit juga mampu membuat perbedaan. Riset dari Victoria University, Australia, menunjukan latihan intensitas tinggi dalam dua menit sama efektifnya dengan setengah jam olahraga intensitas sedang.

Sementara itu, Benji Tiger, seorang pelatih pribadi dari Florida, menggunakan penampilan fisik para influencer di media sosial sebagai motivator utamanya.

Ia berterus terang ingin memiliki tubuh seperti orang-orang yang jadi inspirasinya di media sosial.

Walau telah mencapai tujuannya, Tiger masih menggunakan media sosial sebagai motivator untuk menjadi lebih baik.

Studi tahun 2015 membuktikan dampak media sosial dapat memotivasi orang untuk lebih rajin berolahraga.

Agar klien tetap termotivasi, Tiger mengingatkan seberapa besar usaha dan kekuatan mereka yang semakin meningkat.

“Jika mereka merasa tidak ingin olahraga atau tak mengalami kemajuan, saya meminta mereka melakukan olahraga yang dirasa sulit saat mereka pertama kali memulai olahraga,” ujarnya.

Menurut Tiger, hal tersebut berfungsi sebagai motivasi karena menjadi bukti kemajuan yang telah mereka buat.

Dia juga menganjurkan agar mencari teman yang memiliki motivasi sama untuk berolahraga saat mereka tak bisa berolahraga dengan pelatih.

“Itu bisa membuat olahraga lebih menyenangkan,” tegasnya.

Rob Arreaga, selaku pelatih pribadi menyampaikan untuk menjaga motivasi dalam berolahraga, ia sering mengingatkan dirinya untuk menjadi lebih baik daripada hari kemarin.

“Bahkan dorongan kecil itu sudah cukup untuk membuat saya rajin berolahraga,” katayanya.

Ia juga mendorong kliennya untuk bisa menjadi lebih baik setiap harinya.

“Saya mengingatkan mereka agar berjuang untuk menjadi yang terbaik yang mereka bisa dan mereka adalah satu-satunya yang dapat melakukannya,” ucapnya.

Terlebih ketika itu gagal, Arreaga menjelaskan kepada kliennya agar mengambil istirahat karena sesekali waktu melewatkan olahraga juga bukan masalah besar.

LEAVE A REPLY