Makna ‘Kesempurnaan’ Menjadi Benalu dalam Kehidupan Perempuan

Makna ‘Kesempurnaan’ Menjadi Benalu dalam Kehidupan Perempuan

51
SHARE

Majalahayah.com, Depok – Pemaknaan ‘Perempuan Harus Sempurna’ sudah menjadi budaya patriarki di masyarakat sejak ratusan abad yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komnas Perempuan, Saur Tumiur Situmorang dalam Seminar yang diselenggarakan Komunitas Daun Salam.

Tak hanya direndahkan oleh laki-laki, naasnya perempuan pun tanpa disadari minim sekali mendapatkan dukungan oleh sesama perempuan.

“Perempuan itu dilihat sebagai simbol kehormatan, jadi kalau ada yang salah sedikit sama perempuan selalu saja dibully, dinilai perempuan yang tidak beradat, stigma kepada perempuan sangat mudah diberikan,” ucapnya kepada majalahayah.com, di Depok, Jawa Barat, Sabtu (06/10/2018).

Baca juga :   Bareskim Mabes Polri Imbau Masyarakat Peduli Atas Kasus Kejahatan Seksual Kepada Anak

Stigma perempuanpun tidak hanya terjadi di masyarakat luas, saling merendahkan satu dengan lainnya pun dapat terjadi dalam satu keluarga. Saur contohkan seperti halnya perempuan yang belum hamil dengan rentang waktu cukup lama setelah menikah akan direndahkan oleh mertuanya.

“Pernah ada kasus keluhan perempuan karena mertua mengatakan kalau dirinya (perempuan) tidak sehat padahal, tak dipungkiri bisa saja anak laki-lakinya yang tidak sehat. Hal ini timbul dikarenakan perempuan saja yang mempunyai rahim, faktanya laki-laki pun  berpeluang tidak sehat karena ada proses melalui pembuahan,” tambahnya.

Baca juga :   Seniman Buka Warung dan Rajut Kejut Gelar Pameran Seni Perempuan Perupa 2017

Menurut Saur, perempuan selalu diposisikan untuk selalu menerima, harus paham, dituntut menjaga kehormatan, wajib memberikan keturunan sehingga nilai-nilai kesempurnaan tersebut yang mengakibatkan sesama perempuan tak saling mendukung, jika tak memenuhi salah satu kesempurnaan.

“Untuk menghancurkan stigma masyarakat sudah seharusnya perempuan indonesia teredukasi, karena minimnya pendidikan menjadi faktor utama perempuan tidak saling mensupport,” tukasnya.