MAK : Komposisi Pansel KPK, Presiden Punya Itikad Buruk Pemberantasan Korupsi

MAK : Komposisi Pansel KPK, Presiden Punya Itikad Buruk Pemberantasan Korupsi

139
0
SHARE
OTT KPK (Dok : Google)

Majalahayah.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (17/05) telah menetapkan sembilan anggota Panitia Seleksi (Pansel) calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masa jabatan 2019-2023, penetapan itu dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 54/P Tahun 2019.

Menurut Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK) Gufroni, SH.,MH, nama-nama yang masuk sebagai anggota Pansel terdapat nama yang sebelumnya pernah menjabat Pansel 4 tahun lalu dengan kinerja buruk dan menghasilkan komisioner yang buruk pula.

“Lalu ada nama-nama yang terindikasi punya hubungan dekat dengan instansi kepolisian, sehingga bisa diduga penempatan nama-nama orang tersebut adalah upaya maksimal polisi untuk menguasai KPK,” kata Gufroni.

Maka, lanjut Gufroni, kemungkinan besar unsur dari kepolisian akan banyak yang daftar sebagai calon pimpinan KPK. Ia menduga, penetapan nama-nama Pansel oleh Presiden ada semacam hidden agenda untuk memasukkan satu kelompok untuk menguasai KPK sehingga bisa dikendalikan sepenuhnya.

“Maka kami melihat komposisi Pansel ini disusun sedemikian rupa dengan mengambil orang-orang yang memang dekat dengan kekuasaan,” ujarnya.

Sebagai masyarakat sipil anti korupsi, MAK juga mempertanyakan tentang kualitas dan independensi Pansel yang dinilai tidak akan bisa menghasilkan calon anggota KPK yang lebih baik dari periode sekarang. Alih-alih justru akan melahirkan anggota KPK yang lebih buruk kinerjanya.

“Kami menyayangkan proses pembentukan Pansel yang juga dinilai tidak transparan tanpa meminta masukan dari tokoh anti korupsi dan masyarakat sipil dalam mencari nama-nama calon anggota Pansel yang berjumlah sembilan itu,”jelasnya.

Selain itu, imbuh Gufroni, dari sekian nama Pansel tidak ada  yang berlatar belakang sebagai tokoh anti korupsi. Untuk hal tersebut, MAK pada keyakinan bahwa proses seleksi nanti dipastikan tidak akan menghasilkan pimpinan KPK yang lebih berintegritas tapi justru lebih buruk dari pimpinan KPK  periode saat ini.

“Kami menduga KPK akan dikuasai sepenuhnya oleh satu kelompok tertentu dan KPK semakin dilemahkan. Pada akhirnya pemberantasan korupsi hanya akan menjerat koruptor kelas teri, tidak akan menjerat koruptor kelas kakap termasuk bandit politik  dan pengusaha hitam,” tandasnya.

LEAVE A REPLY