Mahfud MD : Tidak Akan Ada yang Terlihat Dungu Saat Debat Capres

Mahfud MD : Tidak Akan Ada yang Terlihat Dungu Saat Debat Capres

62
SHARE
Mahfud MD. (Foto: Istimewa)

Majalahayah.com, Guru Besar Hukum Tata Negara Mahfud MD mengatakan Komisi Pemilihan Umum tidak melakukan kesalahan terkait tidak dimasukkannya sosialisasi visi-misi calon presiden-wakil presiden dalam debat pilpres. Menurutnya, debat atau visi-misi kandidat tidaklah substansial.

Dia meyakini, tidak akan ada salah satu dari dua kandidat yang terlihat dungu saat debat berlangsung, sehingga tidak perlu dirisaukan akan ada yang dipermalukan. Mahfud menanggapi komentar pengamat politik Rocky Gerung mengkritisi keputusan KPU tersebut yang ditudingnya hanya untuk menyelamatkan paslon tertentu.

“Apa yang dilakukan oleh KPU itu sama sekali tidak melanggar hukum. Artinya, tidak ada yang bisa disalahkan dari apa yang dilakukan KPU,” kata Mahfud dalam ILC bertema ‘Menguji Netralitas KPU’ di TvOne pada Selasa malam, (8/1/2019).

Baca juga :   Akui Terpaksa Bersaksi Soal Ahok, Pengamat : Hilang Sudah Citra dan Wibawa Kyai Ma'ruf

“Mau memberikan waktu untuk pemaparan visi-misi dulu tidak salah, langsung debat juga tidak salah. Karena di dalam undang-undang hanya dikatakan, ya hanya ada debat,” katanya.

Menurut pria kelahiran Madura itu, KPU sebetulnya tidak perlu meminta kesepakatan kepada pasangan calon nomor urut satu dan paslon nomor urut dua soal teknis pelaksanaan debat kandidat tersebut. “Itu urusan KPU, terserah saja. Yang keliru menurut saya, seakan-akan kalau langsung debat tidak ada visi-misi,” ujar Mahfud.

Baca juga :   Pramuka Masih Bertahan Bantu Pengungsi Gunung Agung

Justru, dikatakannya, dari perdebatan itu bisa digali visi-misi paslon. “Dan jangan lupa, seumpama pun orang diberi waktu untuk menyampaikan visi, juga dia akan menyiapkan diri dengan baik, kok. Tidak akan ada yang terlihat dungu menurut saya,” kata Mahfud.

Sebelumnya Rocky mengatakan bahwa yang nampak ke permukaan seakan-akan KPU ingin menyelamatkan paslon tertentu.

“Kalau kita belajar dalil psikologi, akhirnya dalil terakhir diucapkan seluruh psikogram yang digambarkan ke publik tagline-nya untuk menyelamatkan raja, paslon, supaya tidak kena malu,” ujarnya.