Mahfud MD Sebut Usulan Debat Gunakan Bahasa Inggris Tidak Sesuai Undang-Undang

Mahfud MD Sebut Usulan Debat Gunakan Bahasa Inggris Tidak Sesuai Undang-Undang

28
SHARE
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Mahfud MD, Selasa (2/4/2013) menyatakan secara resmi akan maju dalam Pemilihan Capres dan Cawapres 2014--FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS

Majalahayah.com, Jakarta – Usulan debat menggunakan bahasa Inggris bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden dinilai tak tepat. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan usulan itu tak sesuai bila mengacu Undang-Undang yang mensyaratkan bahasa Indonesia.

Mahfud menjelaskan, dalam acara resmi apalagi diselenggarakan lembaga negara seperti KPU wajib menggunakan bahasa Indonesia. “Oleh sebab itu tidaklah tepat mengusulkan debat capres/cawapres dlm pilpres dilakukan dlm Bhs Inggris maupn bahasa asing lain,” kata Mahfud menuliskan pendapatnya di akun Twiter miliknya @mohmahfudmd, Jumat (14/09/2018).

Baca juga :   Pemprov DKI Banding Putusan PTUN, Ridwan Saidi : Tidak Masuk Akal

Menurut Mahfud, penggunaan bahasa Indonesia juga berlaku saat pembuatan kontrak serta pidato dalam forum internasional. Aturan itu tertulis dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Termasuk pembuatan kontrak dan pidato dalam forum internasional pejabat-pejabat negara kita harus menggunakan bahasa Indonesia,” ujar Mahfud dalam cuitannya.

Sebelumnya usulan debat menggunakan bahasa Inggris dalam kontestasi Pilpres datang dari salah satu kader partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, mengatakan penggunaan bahasa Inggris dalam debat lantaran ingin mengetahui kecakapan seorang calon pemimpin ketika nanti terpilih dan bergaul dengan peimpin dunia.

Baca juga :   Menantang Ide Khilafah

“Supaya tidak ada miskomunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara. Yang memang penting juga calon presiden matang dan menguasai bahasa luar,” kata Yandri.