Mahasiswa UGM Korban Pemerkosaan Akan Dilindungi LPSK

Mahasiswa UGM Korban Pemerkosaan Akan Dilindungi LPSK

38
SHARE
ugm

Majalahayah.com, Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melihat sanksi akademik ataupun sanksi non pidana lain tidak serta merta menghilangkan sanksi pidana bagi oknum mahasiswa UGM yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada rekannya saat KKN tahun lalu. LPSK mengingatkan bahwa agar peristiwa ini tidak terus menjadi bola liar, pihak kampus seharusnya justru mendorong agar kasus ini diselesaikan sesuai proses peradilan pidana.

“Bukan dengan memperlambat”, Kami melihat jika kasus ini terjadi akhir tahun 2017, maka ada keterlambatan pihak terkait untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Dan ini merugikan korban”, ujar Wakil Ketua LPSK, Askari Razak (8/11).

Kerugian yang dialami korban selain tidak bisa mendapatkan rasa keadilan, juga sangat mungkin bukti-bukti terkait kasus ini menghilang. Maka seharusnya pihak kampus dari awal justru mendorong pengungkapan kasus ini, bukan malah membuat tim investigasi internal yang kesannya hanya berupaya memediasi pelaku dan korban, bukan menuntut pertanggungjawaban pidana pelaku. Apalagi kasus ini memang sudah jelas diatur oleh hukum pidana.
“Maka tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk tidak menyelesaikan perkara ini melalui peradilan pidana”, jelas Askari.

Baca juga :   Pertemuan Kertanegara, Gerindra-PKS-PAN Siapkan Jatah Menteri untuk Demokrat

LPSK melihat pihak kampus wajib untuk memberikan pembelaan kepada kepentingan korban karena selain korban adalah mahasiswi UGM, peristiwa tersebut juga terjadi saat kegiatan akademik. Maka sudah seharusnya pihak kampus mengambil tindakan konkret berupa mendorong pengungkapan kasus ini secara hukum. Bukannya justru memojokkan korban dengan berbagai bentuk ancaman.

“Misalnya dengan memberikan nilai akademis yang kurang bagi korban, itu saja sudah bentuk ancaman yang bisa semakin memojokkan korban”, ujar Askari.

Baca juga :   Darurat Penanganan Pengungsi Gunung Agung Diperpanjang Lagi

LPSK mengapresiasi langkah Pers Kampus yang mencoba menggalang dukungan untuk korban. LPSK sendiri saat ini mencoba membuka komunikasi dengan pihak korban untuk memberikan perlindungan dan layanan kepada korban.

“Untuk korban, kami sampaikan jangan takut untuk terus menuntut haknya dan menuntut keadilan, LPSK akan melindungi sesuai dengan yang diatur dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban”, pungkas Askari.