Mahasiswa sedang kuliah online. Sumber hitekno.com

Majalahayah.com – Kuliah merupakan kegiatan belajar-mengajar pada jenjang pendidikan tertinggi. Pada biasanya kegiatan perkuliahan dijalani oleh mahasiswa dengan cara bertatap muka bersama dosen di kampus. Namun, kegiatan pendidikan mengalami perubahan yang cukup besar pada tahun 2020 ini.

Namun seluruh dunia dibuat gempar dengan munculnya virus COVID-19. Virus ini mewabah hampir di seluruh negara. Merenggut korban jiwa yang tidak sedikit. Sehingga membuat seluruh kegiatan dibatasi guna meminimalisir penularan dan penyebaran virusnya.

Pada Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa pada bidang pendidikan diterapkan sistem belajar dari rumah atau secara daring. Kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka dihilangkan sementara. Bahkan kebutuhan administrasi di kampus pun juga dilakukan secara daring. Hal ini dilakukan untuk membatasi aktifitas interaksi yang terjadi.

Perubahan cara perkuliahan yang secara mendadak dan besar ini membawa dampak yang signifikan bagi mahasiswa. Dimana kuliah secara daring ini membutuhkan jaringan internet yang memadai serta sistem perkuliahan online yang efektif.

Seperti contohnya Monik (20) yang saat ini mahasiswi semester 7 disalah satu universitas swasta di Jakarta. Monik mengaku tidak senang dengan kulon atau kuliah online. Bagi dirinya kuliah online tidaklah efektif untuk dirinya yang pemalas. Tidak ada yang mengawasinya dan dirinya dapat mematikan kamera serta microfon saat jam perkuliahan sedang berlangsung. Hal tersebut membuat dirinya tidak mendengarkan materi yang disampaikan oleh dosen.

Kekurangan kuliah online bagi Monik juga ialah sering mengalami gangguan sinyal saat jam perkuliahan. Hal ini sangat mengganggu bagi dirinya terlebih lagi saat presentasi online sedang diadakan. Kuliah online membuat dosen juga memberikan tugas melebihi dari biasanya. Dengan adanya kuliah online itu berarti juga Monik menjadi jarang untuk bertemu dengan teman-teman kampusnya dan dikuranginya uang saku oleh orang tuanya.

Selain itu pula, terdapat kelebihan yang dirasakan Monik saat menjalani sistem kuliah online ialah mengalami peningkatan nilai dan juga dirinya juga tidak perlu naik kereta berdesak-desakan untuk dapat melakukan perkuliahan. Monik berharap tentunya untuk segera mengakhiri kuliah online dan dapat kembali melaksanakan kuliah secara tatap muka.

Contoh lainnya lagi ialah Firda (21) yang saat ini mahasiswi semester tujuh disalah satu Universitas swasta di Jakarta. Firda mengaku merasa senang dengan adanya perubahan perkuliahan dari tatap muka menjadi daring. Baginya kuliah daring lebih mudah untuk di ikuti, tidak perlu repot.

Kekurangan kuliah online bagi Firda menurutnya banyak sekali gangguan sinyal saat sistem belajar-mengajar sedang berlangsung. Hal ini tentu menghambat aktivitas belajar. keterbatasan kuota internet juga menjadi permasalahan yang penting yang dialami oleh dirinya.

Disisi lain, terdapat kelebihan yang dirasakan Firda selama kuliah online, yakni lebih praktis dalam waktu. Ia bisa melakukan banyak aktivitas sekaligus saat melakukan kuliah online, misal membantu ibunya memasak sambil mendengarkan materi yang disampaikan oleh dosen. Firda berharap agar sistem perkuliahan online saat ini dapat diubah lebih efektif dari segi waktu maupun sistem belajar-mengajarnya.

Dari pernyataan dua narasumber di atas disimpulkan bahwa kekurangan dan kelebihan kuliah online bagi para mahasiswa tentunya berbeda-beda. Hal tersebut tentunya tergantung bagaimana kesiapan kondisi dari mahasiswa itu sendiri.