Home Kabar LPA GENERASI Soroti Maraknya Ondel-ondel Anak di Depok

LPA GENERASI Soroti Maraknya Ondel-ondel Anak di Depok

67

Majalahayah.com, Jakarta – Memperingati Hari Stop Pekerja Anak Dunia, Pemerintahan Indonesia  berupaya menentang adanya pekerja anak melalui berbagai peraturan, diantaranya adalah peraturan  Undang-Undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.  

Diketahui pemerintah menindaklanjuti dengan cara membuat  program menghapus pekerja anak, yaitu  melalui program zona bebas pekerja anak  (ZAPA) dan kegiatan Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH).

Menurut Ena Nurjanah Ketua Lembaga Perlindungan Anak GENERASI katakan bahwa permasalahan pekerja anak sesungguhnya menjadi pekerjaan lintas sektoral dari berbagai instansi maupun pemerintahan pusat dan daerah. 

“Di satu sisi kondisi ini menguntungkan, karena semakin banyak pihak yang terlibat maka penanganan pekerja anak akan semakin cepat teratasi. Karena adanya kesamaan visi dalam penyelesaian pekerja anak sehingga memudahkan untuk saling berkoordinasi,” ujarnya dalam rilis.

Namun, ia tambahkan kondisi ini juga bisa menjadi satu kelemahan karena masing-masing pihak saling mengandalkan yang lain dalam melakukan penanganan pekerja anak. 

“Merasa pihak yang satu lebih bertanggung jawab atau masing-masing menganggap sudah ada yang melakukannya, yang berdampak pada masalah pekerja anak justru terabaikan begitu saja. Pada akhirnya, target tahun 2022 Indonesia bebas pekerja anak hanya utopia belaka,” tuturnya.

Kondisi yang patut disoroti dari hari stop pekerja anak saat ini, Nur katakan yang utama ditemui di daerah pinggiran dan kota-kota penyangga Jakarta, termasuk wilayah Depok.

“Masih banyak anak-anak yang turun ke jalan untuk menjajakan dagangan mereka di banyak perhentian lampu lalu lintas. Mereka tidak lagi sekedar hanya meminta-minta tetapi mereka berjualan,” jelasnya.

Patut dicermati, Nur sampaikan hampir setahun  belakangan ini,  semakin marak  keberadaan atraksi  ondel-ondel  yang dilakukan oleh anak-anak untuk mendapatkan uang. 

Meskipun Kota Jakarta telah menetapkan peraturan larangan  ketat mengenai keberadaan para peminta-minta  termasuk atraksi ondel-ondel ini, Nur sampaikan dampaknya saat ini, mereka  beralih ke wilayah Depok dan sekitar pinggiran Jakarta dan wilayah penyangga Jakarta. 

“Hampir setiap hari ondel-ondel yang di arak oleh anak-anak ini berjalan di sepanjang jalan raya. Mereka dengan sangat berani berjalan melewati kendaraan di jalan-jalan raya dan menyodorkan kaleng ke pintu-pintu mobil untuk meminta uang,” imbuhnya.

“Padahal, jelas-jelas hal ini merupakan pelanggaran terhadap hak anak, membiarkan anak-anak menjadi pekerja anak  dengan kondisi yang  membahayakan keselamatannya,” lanjutnya.

Karena tidak terlihat penanganan serius terhadap keberadaan ondel-ondel yang sebagian dilakukan oleh anak-anak ini, sehingga  menurut pantauan LPA Generasi keberadaannya pun justru  semakin banyak. 

“Peran pemerintah seharusnya sangat jelas dan seharusnya  tanggap terhadap keberadaan  para pekerja anak ini. Koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan harus kembali terbangun  demi pemenuhan hak-hak anak yaitu terbebas dari dunia pekerja anak,” tandasnya.