Majalahayah.com, Jakarta – Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) selenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan mengusung tema “Kontribusi Ma’arif NU dalam Menyiapkan Generasi Emas di 2030” pada 27 Ferbruari sampai dengan 1 Maret 2018 di Hotel Jayakarta, Bandung.

Ketua Panitia Rakernas dan Rakornas LP Ma’arif NU, Saidah Sakwan memaparkan bahwa “Kenapa kita konsern 2030? Karena saat itu, kita memasuki satu abad NU dan Ma’arif NU. Kita memiliki mandat berat karena hari ini kita memasuki era revolusi keempat, setelah revolusi industri, permesinan, dan IT,” paparnya (27/2).

Mengetahui saat ini telah terjadi kegaduhan digital. Lanjut Saidah “Kalau NU tidak ikut gaduh, maka akan tertinggal di dunia digital society, kita juga punya ma dat kader Aswaja,” tambahnya.

Dari Mandat tersebut, ia mengatakan bagaimana caranya agar LP Ma’arif NU bisa mengimplementasikan jargon almuhafadzatu ala qadimish shalih wal-akhdu bil-jadidil ashlah dalam konteks pendidikan.

“Bagaimana mengembangkan roadmap kader kita ke depan? Dalam dua hari ini akan dibahas karakter bagaimana mencetak anak zaman now yang kuat Aswajanya,” pungkasnya.