Lion Air Tampaknya Perlu “Istirahat” Dulu

Lion Air Tampaknya Perlu “Istirahat” Dulu

34
SHARE
Lion Air

Majalahayah.com, Jakarta – Berulangkali permasalahan menerpa maskapai Lion Air. Dari berbagi permasalahan tersebut, secara hipotetis bisa memperbesar kepercayaan publik, bahwa maskapai ini belum termasuk kategori aman untuk digunakan sebagai alat trasportasi udara.

Untuk itu, menurut hemat saya, sudah saatnya perusahaan ini perlu instrospeksi diri secara internal dan menyampaikan kepada publik kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam pengelolaan Lion Air selama ini. Tidak perlu harus menunggu desakan dari publik maupun yang bisa jadi berdampak keluarnya surat peringatan atau pemberian sanksi dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga :   Paradok Manuver Wiranto Vs Manuver OSO Vs Manuver Jokowi

Belum kering air mata keluarga para korban jatuhnya Lion Air pekan lalu yang diduga kuat menewaskan semua penumpang, muncul kejadian baru pesawat yang lain dari maskapai ini menabrak tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik akibat manajemen Lion Air yang masih sangat memprihatinkan ini, sudah saatnya maskapai ini menyatakan diri “istirahat” mengudara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Masa rentang waktu “istirahat” itu, direksi perusahaan Lion Air perlu sungguh-sungguh berkontemplasi untuk menentukan satu pilihan dari tiga alternatif.

Baca juga :   Lion Air JT 610 Lost Contact, Berikut Daftar 181 Penumpang Plus 7 Kru Pesawat 

Pertama, mungkin ini saatnya para direksi mengambil keputusan bulat agar maskapai ini menyatakan diri untuk ‘istirahat” terbang selama rentang waktu yang belum ditentukan.

kedua, kemungkinan mempertimbangkan mengganti direktur utama Lion yang mampu melakukan revolusi mental kepada segenap manajemen dan karyawan di maskapai ini, tanpa kecuali.

Terakhir, perlu juga dipertimbangkan agar Lion Air merger dengan Citilink.

Oleh : Emrus Sihombing (Direktur Eksekutif Lembaga Emrus corner)