Majalahayah.com, Jakarta – Hubungan antara sepasang kekasih atau bahkan suami dan istri tak selalu berjalan baik, karena ada saja masalah yang kerap muncul.

Umumnya, banyak pasangan berusaha menghindari melakukan kesalahan seperti orang tua mereka atau meniru jurus pasangan yang langgeng bertahun-tahun.

Tetapi terkadang, mereka justru melakukan kesalahan yang sama berulang kali dan menurut Amy Morin, seorang terapis sekaligus dosen di Northeastern University, Amerika Serikat, kesalahan-kesalahan ini bisa menghancurkan hubungan mereka.

Berikut kesalahan paling umum yang dilakukan pasangan, seperti dilansir Business Insider:

1. Menunggu semuanya baik-baik saja

Banyak pasangan mengatakan hal-hal seperti, “Kami akan bahagia begitu kami pindah ke rumah yang lebih besar,” atau, “Kami akan memiliki lebih banyak waktu bersama setelah anak-anak lebih besar.”

Namun, menunda kebahagiaan dapat berarti mereka tidak akan menikmati hubungan mereka (atau kehidupan mereka) di masa sekarang.

Akan ada periode di mana Anda akan memiliki lebih sedikit waktu untuk satu sama lain dan saat-saat ketika Anda mengalami tantangan serius.

Tetapi hambatan ini bisa menjadi peluang untuk tumbuh lebih kuat sebagai pasangan jika Anda menerima dan berusaha untuk menjadi bahagia seperti yang Anda bisa dalam keadaan Anda saat ini. Lakukan saat ini, jangan menunda.

2. Mengabaikan masalah

Bisa dipahami jika Anda tak ingin membuat buruk keadaan dengan mengemukakan masalah saat semuanya berjalan baik atau Anda mungkin menghindari percakapan yang sulit ketika hubungan Anda sedang di ujung tanduk.

Tetapi mengabaikan masalah, tidak akan membuat masalah itu pergi.

Bahkan, masalah yang tidak teratasi cenderung menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Tentu saja, waktu adalah segalanya ketika Anda mengemukakan masalah – tetapi jangan gunakan ini sebagai alasan untuk menghindari membicarakan masalah.

Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk mengadakan percakapan yang sulit, lebih baik mengatasi masalah secara langsung sehingga Anda dapat mulai memperbaikinya.

3. Menerima satu sama lain begitu saja

Merasa yakin pada perasaan pasangan Anda bisa membantu Anda merasa nyaman dalam hubungan tersebut. Tapi itu juga bisa menjadi lereng licin yang membuat Anda menerima begitu saja pasangan Anda.

Penelitian secara konsisten menunjukkan, rasa syukur komponen kunci dalam hubungan jangka panjang yang sukses. Sebuah studi tahun 2018 yang dilakukan para peneliti di Greater Good Science Center di University of California, Berkeley melaporkan rasa syukur membantu individu dan pasangan mengatasi situasi yang menantang.

Rasa syukur melindungi terhadap efek negatif dari masalah seperti kesulitan keuangan, merawat orang tua yang menua, dan berjuang melawan kanker dan depresi.

Tunjukkan penghargaan (terutama jika Anda merasa kurang dihargai), eskpresikan itu pada pasangan karena dapat membantu hubungan Anda tumbuh seiring waktu termasuk saat menghadapi tantangan hidup yang tak terhindarkan.

4. Terjebak dalam kebiasaan

Kesibukan hidup juga bisa berarti lebih sedikit waktu bersama pasangan. Banyak pasangan terjebak dalam kebiasaan karena mereka melakukan hal yang sama hari demi hari.

Lawan kecenderungan ini dengan bersenang-senang bersama secara proaktif. Sebuah studi tahun 1993 dalam Journal of Personal Relationships menemukan, pasangan yang mencoba hal-hal baru dan menarik bersama-sama melaporkan tingkat kepuasan pernikahan yang lebih tinggi.

Anda bisa mencoba menjelajahi tempat baru atau mempelajari keterampilan baru bersama atau berpartisipasi dalam kegiatan baru yang akan membantu Anda menumbuhkan ikatan Anda.

5. Tidak saling mendengarkan

Tidak saling mendengarkan adalah masalah hubungan yang utama.

Anda dapat mencegah dan memecahkan banyak masalah ini dengan mendengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda.

Perlu diingat, mendengarkan tidak berarti tetap diam. Mendengarkan dengan sungguh-sungguh melibatkan upaya memahami apa yang dikomunikasikan orang lain. Lakukan kontak mata, ajukan pertanyaan, dan renungkan kembali apa yang menurut Anda pasangan Anda ingin katakan, sebelum menyelam untuk membagikan pendapat Anda.

Mulailah memperbaiki kesalahan Anda. Jika Anda menemukan diri Anda berulang kali mengalaminya, segera akhiri kebiasaan itu atau cari bantuan profesional. Konselor pasangan dapat membantu mempertajam keterampilan Anda dan mengubah pola negatif Anda sehingga Anda dapat menikmati hubungan lebih baik.