Libatkan Disabilitas pada Hari Perempuan Internasional, Yayasan Cahaya Bathin Sebut Sebagai Pengalaman...

Libatkan Disabilitas pada Hari Perempuan Internasional, Yayasan Cahaya Bathin Sebut Sebagai Pengalaman Baru

103
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Festival Hari Perempuan Internasional menggelar workshop dengan tema “Mengenal Bahasa Isyarat Lebih Dekat”. Pada kesempatan kali ini Surya Sahetapy menjadi pemateri dalam workshop yang terselenggara di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, tepat tanggal 08 Maret 2018.

Pada kesempatanya, Surya memberikan pembinaan kepada peserta dalam mempelajari bahasa isyarat dasar seperti alphabet serta pengenalan diri melalui bahasa isyarat. Setelah adanya pembelajaran dan praktek kepada peserta, Surya memberikan games tambahan bagi perserta.

Dalam permainan tersebut tidak ada perbedaan antara disabilitas dengan non disabilitas. Sehingga salah satu peserta dari Yayasan Cahaya Batihn, Risma penyandang Tunawicara ini dengan percaya diri mengikuti games tersebut.

Baca juga :   Menteri Yohana: Pramuka Mitra Kementerian PPPA Lindungi Perempuan dari Kekerasan

“Perasaan aku senang, malu dilihat orang-orang karena ini pertama kalinya, biasanya hanya ketemu orang-orang di panti saja,” ujar Risma di terjemahkan oleh Yatiza Tiara selaku Tenaga Pelayan Sosial di Yayasan Cahaya Bahtin kepada Majalahayah.com (08/03).

Dalam terselenggaranya workshop dan acara Festival Hari Perempuan Internasioal lainnya melibatkan para disabilitas, Yatiza menyampaikan perasaan senangnya karena di Yayasan Cahaya Bathin baru pertama kali menghadiri kegiatan diluar panti.

“Pembelajaran bagi peserta di Yayasan Cahaya Bathin baru sekedar alphabet, nama-nama hewan, kendaraan dan perkenalan saja. Saat hadir keacara festival ini mereka sangat antusias tapi rasa malunya yang terlihat sekali, karna disini lingkungannya lebih luas dan pertama kali bertemu banyak orang yang non disabilitas dan disabilitas yang lain,”

Baca juga :   Singgung Raja Utang, Fadli Zon Sebut Prabowo Akan Bawa Indonesia Berdaulat Secara Ekonomi

Tingkat kepedulian yang tinggi, lanjut Yatiza bahwa Yayasan Cahaya Bahtin mengajak anak-anak jalanan dan para lansia penyandang untuk bergabung kedalam panti agar kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik.

“Yayasan Cahaya Bathin memiliki kurang lebih 20 orang penyandang disabilitas tunanetra dan tunawicara, diyayasan kita ada yang umur 13 tahun, 18 tahun, sampai 50 tahun,” tambahnya.

Diakhir dialog, Yatiza lulusan Diploma III Kebidanan ini menyampaikan pesannya kepada masyarakt agar lebih melindungi penyandang disabilitas, agar kita sama-sama mengerti dan jika saling menghargai satu sama lain, saat kita berkomunikasi dengan disabilitas sudah taka sing lagi,” pungkasnya.