Lemahnya Tingkat Membaca di Perkotaan, Kebiasaan Orang Tua Jadi Faktornya

Lemahnya Tingkat Membaca di Perkotaan, Kebiasaan Orang Tua Jadi Faktornya

40
SHARE
ilustrasi ayah dan anak. Foto : shutterstock

Majalahayah.com, Jakarta – Momentum Litbeat Festival yang terselenggara di Perpustakaan Nasional RI berhasil mengundang Nirwan Arsuka selaku Pendiri Pustaka Bergerak dalam mentari seminar dengan tema “Membiasakan Kebiasaan Membaca”. Menegaskan bahwa minat membaca orang Indonesia itu rendah, Nirwan katakan dengan lantang itu hoax.

“Minat membaca orang Indonesia itu rendah, itu hoax. Belakangan mereka yang mengejar untuk membaca. Anak-anak kalo dapat buku menagih kapan buku baru datang lagi,” ungkapnya.

Menyampaikan bahwa minat membaca anak-anak daerah pedalaman Indonesia semakin membesar, Nirwan tambahkan, seberapa buku yang kita kirim mereka tak pernah merasa cukup, selalu meminta lebih.

Baca juga :   Studi Baru : Penyebab Kematian Anak Akibat Konflik Bersenjata di Afrika

Lain halnya dengan diperkotaan, Nirwan tuturkan keterlibatan digital yang sangat tinggi merupakan faktor utama rendahnya minat membaca buku bagi anak.

“Tingkat membaca buku rendah tapi tingkat keterlibatan di digital sangat tinggi, anak-anak yang memegang buku akan mendorong mereka ingin melihat gadget itu akan berkurang, asalkan fasilitas bacaan bermutu gampng diperoleh kebiasaan membaca akan muncul spontan,” ungkapnya.

Baca juga :   Sifat Negatif pada Anak, Ustadz Bachtiar Nasir :  Orang Tua Wajib Evaluasi Diri

Hal terpenting yang harus diperhatikan ialah peranan orang tua dalam mendidik. Sebagus apapun sistem yang dikelola oleh pemerintah namun dari masyarakat terlebih orang tua tak mendukung keterlibatan anak membaca buku, menurut Nirwan ini tak akan membuahkan hasil.

“Sulit meminta anak membaca kalau bapak ibunya bermain handphone, gerakan-gerakan diskusi sudah banyak tinggal sudah seharusnya ruang diskusi skalanya diperbesar,” tutupnya.