Home Kesehatan Lebih dari Separuh Bayi Indonesia Tak Dapatkan ASI Eksklusif

Lebih dari Separuh Bayi Indonesia Tak Dapatkan ASI Eksklusif

188
Ilustrasi ayah dan Istri dalam masa menyusui bayi. Sumber www.arrahman.news

Majalahayah.com, Jakarta – Pemberian air susu ibu (ASI) secara ekslusif, ternyata masih sangat ‘eksklusif’ bagi sebagian besar anak-anak Indonesia. Hal ini terungkap dari survei Demografi Kesehatan di 2017.

Dalam survei tersebut terungkap, hanya 47 persen dari 4,8 juta anak yang lahir setiap tahun di Indonesia yang mendapatkan ASI  eksklusif. Menurut konselor laktasi, dokter Ameetha Drupadi, faktor edukasi jadi salah satu penyebab hal ini terjadi.

“Salah satunya pengetahuan ibu-ibu tentang ASI ini belum maksimal,” kata Ameetha dalam peluncuran suplemen alami pelancar ASI, Lactaboost dikutip dari Liputan6, Jumat (26/10/2018).

Padahal memberikan ASI eksklusif kepada bayi memiliki manfaat luar biasa dan terbukti menurunkan angka kematian bayi.

“Data membuktikan, ASI Eksklusif mampu menurunkan angka kematian karena infeksi  sebanyak 88 persen, terutama pada bayi berusia kurang dari 3 bulan,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari pada Puncak Peringatan Pekan ASI Sedunia (PAS) 2018 di Kementerian Kesehatan beberapa saat lalu.

Beberapa studi ilmiah juga menyebutkan pemberian ASI eksklusif menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis di kemudian hari.

Pemberian ASI eksklusif berarti hanya memberikan ASI secara penuh tanpa memberikan asupan lain pada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Pada usia tersebut ASI sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi  bayi.