Majalahayah.com – Saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang rutin jalani ART (Antiretroviral Treatment) memiliki risiko lebih besar terinfeksi virus corona. Namun, sangat penting untuk dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi pada ODHA.

Hal ini karena kematian akibat Covid-19 lebih tinggi pada orang usia lanjut, serta penyakit penyerta, seperti kanker, diabetes, hingga kardiovaskular. Karenanya, layanan HIV/AIDS tetap harus diupayakan agar semua pelayanan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya dalam upaya penanggulangan Covid-19.

Berikut layanan HIV-AIDS (ARV-PDP) dalam pandemi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI melalui akun Instagram @kemenkes_ri :

– Layanan memastikan tersedianya Universal Precaution/APD dan hand sanitizer di pintu masuk, dan masker untuk yang batuk (yang sehat tidak memerlukan masker)

– Dahulukan pasien dengan batuk, demam dan yang dengan gejala flu lain untuk dipastikan bukan Covid-19

– Batasi ODHA yang datang, utamakan yang batuk/bergejala

– Berikan ARV multi month scripting atau pemberian dua (2) bulan lagi bagi ODHA yang stabil dan selektif

– Berikan ARV pada satu anggota keluarga saja jika pasangan dan atau anak juga ODHA

– Untuk pasien yang memerlukan konsultasi, siapkan kontak person dari layanan

– Namun, bagi ODHA dengan IO (Infeksi Oportunistik), advanced disease atau pertama kali mendapat ARV, mereka membutuhkan untuk kontrol per bulan

– Pastikan ketersedian obat

– Ikuti pedoman nasional pengendalian infeksi

– Tampilkan poster dan media KIE lain untuk PHBS

– Bagi siapapun yang bergejala dan merasa terinfeksi dirujuk ke layanan yang ditunjuk untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut