Majalahayah.com, Jakarta – Pasien positif virus Corona (Covid-19) di Solo meninggal dunia di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Kamis (12/3/2020). Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan masayrakat untuk mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan perumahan.

Dikutip Majalahayah.com dari paparan Mitigasi Penyebaran COVID-19 Gubernur DKI Jakarta dalam pertemuan dengan para pimpinan dunia usaha di DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (12/3/2020), ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat di lingkungan perumahan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Pada prinsipnya, masyarakat harus mempraktikan kebiasaan hidup bersih dan sehat, meliputi:

1. Gencarkan kebiasaan cuci tangan kepada penghuni perumahan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, minimal 20 detik, terutama sesudah dari kamar mandi, sebelum dan sesudah makan, sesudah batuk atau bersin. Bila tak ada air dan sabun, gunakan hand sanitizer.

2. Sosialisasikan etika batuk dan bersin kepada penghuni perumahan. Gunakan tisu atau lipatan siku tangan untuk menutupi batuk dan bersin.

3. Pastikan fasum dan fasos di lingkungan perumahan dibersihkan dengan disinfektan secara rutin.

4. Ingatkan penghuni untuk membersihkan rumah atau unit masing-masing secara rutin.

5. Lakukan pemantauan atas kedatangan warga atau tamu [mengantisipasi bila datang dari negara terjangkit COVID-19].

6. Hindari kontak fisik lansia dengan anggota keluarga yang banyak berkegiatan di luar rumah.

Karantina Rumah

Tak hanya itu, masyarakat juga aktif menyosialisasikan pentingnya karantina rumah, yakni:

1. Bila ada penghuni perumahan yang menunjukkan gejala COVID-19, dorong melakukan karantina rumah selama 14 hari.

2. Minta penghuni menyediakan ruang khusus yang terpisah apabila ada anggota keluarga yang sedang sakit.

3. Ingatkan untuk menginformasikan pada kantor dan sekolah untuk dapat bekerja dan belajar dari rumah.

4. Siapkan unit atau ruang khusus di perumahan bagi penghuni perumahan yang tidak bisa melakukan karantina di rumahnya sendiri.

5. Bila tetap tidak ada ruang untuk karantina, hubungi Lurah atau Kepala Desa setempat.

6. Hubungi hotline 112 atau 0813 8837 6955 untuk pertanyaan atau laporan terkait COVID-19.