Labilnya Psikologi Anak, KPAI Tak Benarkan Pernikahan Anak SMP yang Terjadi di...

Labilnya Psikologi Anak, KPAI Tak Benarkan Pernikahan Anak SMP yang Terjadi di Sulsel

35
SHARE
KPAI logo. Foto : KPAI

Majalahayah.com, Jakarta – Terkait pernikahan anak pada usia dini yang terjadi di kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan tidak dibenarkan oleh Susianah Affandy selaku Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam situasi Darurat mewakili Tokoh Masyarakat.

Mempunyai keinginan yang kuat untuk menikah dengan alasan tidak berani tidur sendirian, Susianah mengatakan bahwa anak memiliki hak atas perlindungan dan hak tersebut harus dipenuhi oleh orang tuanya, keluarga dan Negara.

“Anak-anak di usia ini harusnya menghabiskan waktu untuk sekolah, menempuh pendidikan dan menjalani hidup sebagaimana usia anak lainnya,” tambah Susianah saat dihubungi Majalahayah.com (16/04/2018).

Baca juga :   KPAI Himbau Komnas Perlindungan Anak Tutup Konten Foto Anak Korban Kejahatan Seksual

Menyatakan jika anak menikah di usia dini belum mempunyai pengalaman hidup dan masih labil dalam mengendalikan emosi, lanjut Susianah bahwa dalam menjalani rumah tangga mereka harus bertanggung jawab sepenuhnya untuk pengasuhan anak, masalah ekonomi, interaksi dengan tetangga dan keluarga.

Oleh karena itu, Susianah mengatakan bahwa orang tua wajib hukumnya mencegah pernikahan anak, Pemerintah harus melakukan edukasi kepada orang tua agar anak-anaknya menikah di usia dini.

Baca juga :   Anak Korban Kekerasan, KPAI : 70% kecenderungan Berubah Jadi Pelaku

“Pernikahan anak berdampak pada labilnya psikologi anak, rentannya ekonomi dan sosial, oleh karena itu upaya dalam pencegahan pernikahan anak dilakukan dengan memperpanjang usia sekolah,” sapanya.

Mengetahui sudah mendapatkan putusan dispensasi dari Pengadilan Agama, diakhir perkataan Susianah mengatakan dalam mencegah perceraian pada anak, pihak keluarga harus tetap memberikan pengasihan dan hak pendidikan kepada anak.

“Mereka harus mempunyai keahlian dan pengetahuan sehingga menjadi bekal dalam mempengaruhi kehidupan rumah tangga,” tukasnya.