Majalahayah.com, Jakarta – Kehamilan dapat terjadi apabila sperma dan sel telur dipertemukan. Namun, jumlah dan kualitas sel telur pada wanita akan berubah sejalan dengan usia wanita. Bagi pasangan yang sedang melakukan program kehamilan sebaiknya memeriksa secara detil sel telur jika kehamilan tak kunjung terjadi.

“Jadi ketika lahir, kita (wanita) membawa kurang lebih 700.000 sel telur. Sel telur ini akan terus menerus menurun jumlah dan kualitasnya seiring dengan usia yang bertambah”, kata dr. Beeleonie BMedSc, SPOG(K) saat ditemui dalam diskusi ‘Penanganan Gangguan Kesuburan di Indonesia’

Selain itu faktor lain yang dapat memperburuk kondisi tersebut adalah  kista coklat (endometriosis), perokok pasif, undernutrisi.

Sel telur tidak bisa ditambahkan sampai saat ini. Namun,  ia mengungkapkan solusi lain untuk menguranginya agar jumlah sel telur tidak banyak terbuang, seperti dengan penggunaan obat-obatan atau teknologi.

“Kita bisa mengambil sel telur saat masih banyak, lalu kita simpan dulu. Jadi misalnya belum ketemu jodoh ketika usia 29 tahun, itu kita simpan dulu sel telurnya. Nanti misal menikah di usia 37 tahun, usia sel telurnya tetap 29 tahun, dengan jumlah dan kualitas usia 29 tahun”, tukasnya.

Setiap bulannya 1000 sel telur dibuang secara sia-sia karena tidak menghasilkan bayi. Sehingga usia menopause bisa diprediksi antara usia 49-51 tahun. Oleh sebab itu, wanita harus rutin kontrol ke dokter agar mengetahui kondisi kesehatan dan mengetahui seberaa besar kesempatannya untuk bisa hamil.