KPPPA Sebut Putus Mata Rantai Kasus Perkawinan Anak Tugas Bersama

KPPPA Sebut Putus Mata Rantai Kasus Perkawinan Anak Tugas Bersama

159
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa anak SD menghamili siswi SMP di Tulung Agung, Jawa Timur.

Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Rohika Kurniadi menyampaikan bahwa anak harus tumbuh kembang secara optimal namun masih banyak hak-hak mereka yang masih diabaikan sehingga mereka akhirnya terjerumus pada peristiwa yang mengenaskan.

“Jadi ini peran keluarga, masyarakat dan Pemerintah menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk memutus mata rantai agar tidak terjadi kasus-kasus seperti itu. Ini harus segera kerjasama semua pihak, bangun anak dengan konsep-konsep sesuai kebutuhan mereka supaya menjadi anak kreatif sehingga pikiran tidak hanya negatif saja,” papar Rohika saat ditemui di KPPPA, Jakarta (25/05/2018).

Berbicara persoalan pendampingan, anak sebagai korban sudah ditangani melalui dinas PPPA Tulung Agung, Lanjut Rohika, mereka tidak hanya diberikan pelayanan oleh P2TP2A tetapi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) turut hadir di Tulung Agung dan sudah meberikan konseling.

“PUSPAGA bertugas untuk menguatkan menjadi Pasangan dan orang tua terbaik bekerja sama dengan dinas terkait mengupayakan pemenuhan anaknya dapat terpenuhi,” tutupnya.

LEAVE A REPLY