Ilustrasi seorang anak kesepian. (Foto: Shutterstock)

Majalahayah.com, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga turut berduka atas meninggalnya SN, pelajar SMP Negeri 147 Ciracas Jakarta Timur. Meninggalnya almarhumah yang diduga bunuh diri menjadi perhatian khusus karena terjadi di dalam lingkungan pendidikan.

“Kasus meninggalnya SN yang saat ini masih diduga bunuh diri merupakan alarm bagi kita semua baik itu orangtua, guru dan lingkungan sebaya untuk lebih memperhatikan buah hati dan anak-anak di sekeliling kita. SN adalah satu dari 80 juta lebih generasi bangsa ini dan saat ini kita berduka dengan kepergiannya yang ironisnya terjadi di dalam sekolah. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan tegar,” ujar Menteri Bintang.

    Kasus meninggalnya SN mendapat perhatian besar dari masyarakat dan menjadi trending topic di media sosial khususnya setelah beredar isu SN adalah korban bullying (perundungan) teman-teman sekolahnya. Menanggapi hal ini Menteri Bintang menghimbau masyarakat memberi waktu dan kesempatan kepada aparat kepolisian.

    “Kita serahkan dan mendukung proses penyelidikan kepada aparat kepolisian untuk bisa memastikan penyebab dari meninggalnya korban. Masyarakat juga kami minta tidak terburu-buru memberikan opini tunggal penyebab meninggalnya karena perundungan setelah beredar ungkapan keluarga korban di grup Whatsapp dan media sosial. Berikan kesempatan aparat kepolisan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” tegas Menteri Bintang.

    Menteri Bintang menambahkan pihaknya terus mengikuti perkembangan kasus ini dan akan menindaklanjuti dengan kebijakan perlindungan anak setelah ada pernyataan  resmi penyebab kematian SN dari pihak Polres Jakarta Timur.