KPAI Minta Polri Usut Tuntas Korban Anak dalam Kerusuhan 22 Mei...

KPAI Minta Polri Usut Tuntas Korban Anak dalam Kerusuhan 22 Mei 2019

138
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan takziah kepada keluarga anak korban RF (16) tahun di Petamburan Tanah Abang.

Sebelum ke lokasi rumah duka, Sitty Hikmawati sebagai komisioner KPAI katakan bahwa sudah menemui  lebih dulu dua orang korban anak luka parah yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Tarakan Jakarta.

Menurut keterangan keluarga korban, Sitty katakan bawa meninggalnya ananda RF terjadi akibat peristiwa kerusuhan 22 Mei. 

“Dari keterangan keluarga korban, didapatkan informasi bahwa RF bukan peserta aksi dan pada saat kejadian, sekitar pukul 02:30 bersama teman-temanya seperti biasa, bersiap untuk  membangunkan warga sahur disekitaran Musolla dekat rumahnya,” ujar sitty.

Menurut penjelaskan keluarga, pada dini hari itu diluar jalan raya terdengar ada keramaian maka RF bersama teman-teman bermaksud mencaritahu kegaduhan yang sedang berlangsung.

Namun naas begitu akan keluar gang, RF di duga terkena peluru nyasar di pelipis mata sebelah kiri, yang membuat korban seketika roboh. 

“Warga kemudian mengevakuasi RF dan beberapa temannya yang lain ke Musola, namun karena luka RF dianggap paling parah, kemudian RF dibawa  ke RS Angkatan Laut Mintoharjo dan disana korban menghembuskan nafas terakhir. RF adalah putra ke 2 dari 3 bersaudara, orang tuanya berada di luar Jakarta, sementara itu RF tinggal berlibur di rumah pamannya karena keperluan untuk mengurus lanjutan sekolah. RF murid kelas 3 SMP,” jelas Sitty.

Berdasarkan data dan informasi awal lapangan yang diperoleh maka KPAI menyayangkan peristiwa kerusuhan yang terjadi sehingga menimbulkan kekerasan dan korban terhadap anak. 

“Data awal anak yang meninggal sebanyak 3 orang dan korban luka yang sedang dirawat di RS Tarakan sebanyak 2 orang dan puluhan korban anak yang mengalami luka pada tanggal 22 Mei sudah pulang dari RS Tarakan,” imbuhnya

Selain itu, KPAI terus melakukan pemantauan di rumah sakit lain yang sedang merawat anak korban kerusuhan tersebut, juga masukan dari laporan masyarakat termasuk laporan teman-teman media.

“KPAI mendesak Polri untuk melakukan pengusutan secara tuntas terhadap 3 korban anak yang meninggal termasuk yang sedang dirawat di Rumah Sakit. KPAI terus melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui penyebab tindakan kekerasan terhadap anak sehingga terjadi kematian pada korban anak,” ucapnya.

Selanjutnya, KPAI membuka posko pengaduan terkait kekerasan kerusuhan 22 Mei, terutama karena masih ada dugaan anak-anak yang hilang dan belum ditemukan oleh keluarga.

Kerusuhan 22 mei titik lokasinya sebagian berada disekitar pemukiman penduduk dimana banyak anak-anak yang menyaksikan dan merasakan situasi yang mencekam pada hari tersebut. 

KPAI meminta kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Pemerintahan Daerah Jakarta untuk melakukan pendampingan psikologis terhadap trauma yang dialami oleh anak-anak disekitaran titik-titik kerusuhan tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak tidak merasakan ketakutan serta bisa menjalankan aktifitas sosialnya anak secara baik.

Dan KPAI menghimbau pada seluruh pihak apabila menemukan anak-anak berada di dekat lokasi kerusuhan (apapun) agar segera mengevakuasi / membawa anak-anak tersebut ke zona aman, agar anak-anak ini terhindar dari kegiatan yang membahayakan diri mereka. 

LEAVE A REPLY