Home Kabar KPAI Dorong Larangan Iklan Rokok Secara Menyeluruh dalam RUU Penyiaran

KPAI Dorong Larangan Iklan Rokok Secara Menyeluruh dalam RUU Penyiaran

325
KPAI (Foto: Rizky Kusumo)

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menegaskan lembaganya sangat fokus dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) penyiaran. Salah satunya terkait pembahasan iklan rokok yang masih beredar di televisi dan media periklanan lainya.

KPAI sendiri secara tegas akan mendorong Komisi 1 DPR, untuk melarang secara menyeluruh iklan rokok masuk dalam UU Penyiaran terbaru nantinya.

“Salah satu upaya pencegahan anak menjadi korban eksploitasi zat adiktif yang harus dilakukan pemerintah adalah pelarangan secara menyeluruh segala bentuk iklan, promosi dan sponsor rokok di seluruh media penyiaran dengan berbagai variasinya,” tegas Susanto yang ditemui di kantor KPAI, Menteng, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Susanto sendiri melihat bahwa pembatasan iklan rokok yang terjadi sekarang masih belum cukup, karena anak-anak masih bisa melihat konten tersebut saat waktu-waktu tertentu.

“Pembatasan itu masih riskan dampak negatifnya. Misal Jam 9 malem anak-anak kan masih bisa nonton. Ini merupakan potensi yang harus ditutup rapat,” tegasnya.

Selain itu, KPAI juga akan berusaha memasukan rokok dalam kategori zat adiktif. Sehingga membuat para pelaku industri rokok tidak lagi bisa beriklan melalui ruang-ruang publik.

“Menambahkan frasa ‘Rokok’ dalam Pasal 143 huruf (i) dalam Rancangan Undang Undang tentang Penyiaran. Sehingga Pasal 143 huruf (i) menjadi berbunyi: ‘Materi’ siaran iklan dilarang (i) mempromosikan minuman keras, rokok, dan zat adiktif lainnya”; termasuk didalamnya iklan spot,” ungkapnya.

Selain secara tegas akan menghilangkan iklan rokok dalam ruang publik, KPAI juga akan mendorong media penyiaran yang ramah anak. “Pelarangan tegas tayangan dan iklan yang bermuatan bully, kekerasan dan pelecehan,” jelas Susanto.

“Pelarangan iklan-iklan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hidup sehat, kaidah pendidikan, dan tumbuh kembang anak,” pungkasnya.