Home Uncategorized KontraS Lihat Ada Pola-Pola Orde Baru dalam Pemerintahan Jokowi

KontraS Lihat Ada Pola-Pola Orde Baru dalam Pemerintahan Jokowi

172

Majalahayah.com, Jakarta – Kordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani melihat adanya pola-pola Orde Baru dalam pemerintahan Jokowi. Terutama setelah pemerintah mengeluarkan Perppu Ormas yang menghapus mekanisme peradilan dalam pembubaran Ormas.

“Potensi itu ada, pola-pola itu muncul kembali tadi barusan kita bahas. UU Ormas 85 muncul asas tunggal. Setelah itu ada represif terhadap kelompok minoritas kasus talasari tanjung Priok. Ketika hari ini Perppu nya mengeleminir mekanisme yudisial di situ bentuk otoriter akan sangat mudah terjadi,” paparnya kepada Majalahayah.com, di Kantor YLBHI, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Yati sendiri melihat dengan adanya Perppu tersebut pemerintah punya otoritas tunggal dalam kebijakan pembubaran Ormas. Baginya hal ini menjadi sama polanya dengan keadaan di Orde Baru.

“Pemerintah punya otoritas tunggal secara subjektive menginterpretasikan menuduh ormas sesuai kriteria yg harus dibubarkan atau tidak,” ungkapnya.

“Ketiadaan ruang akuntabilitas ini sama dengan masa orde baru. Semua diputuskan pemerintah tidak ada ruang akuntabilitas dan pengujian,” tambah Yati.

Karena itu dirinya tidak ragu dengan menyatakan adanya kesamaan pola pemerintahan sekarang dengan Orba. Terutama sifat otoriter pemerintah dalam kebijakan pembubaran Ormas.

“Membandingkan dengan Orba tidak harus dengan tindakan-tindakan represif serangan fisik, seperti di Talangsari atau Tanjung Priok. Tapi membatasi kebebasan berserikat berorganisasi diberangus itu sudah termasuk pola otoriter an,” pungkasnya.