KontraS Kritik Proses Uji Kelayakan dan Kepatutan Komisi 1 DPR pada Hadi...

KontraS Kritik Proses Uji Kelayakan dan Kepatutan Komisi 1 DPR pada Hadi Tjahjanto

54
SHARE
Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS). (Foto: MA/Rizky Kusumo)

Majalahayah.com, Jakarta – Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritisi proses uji kelayakan dan kepatutan di komisi I DPR RI. Bagi KontraS, Komisi I tidak mampu mengelaborasi lebih dalam pertanyaan-pertanyaan mengenai visi dan misi Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

KontraS juga melihat tidak ada keseriusan mendalami persoalan kekerasan, yang masih ada atau dilakukan oleh anggota TNI diberbagai tempat. Baik disebabkan persoalan pribadi, ataupun persoalan bisnis ditingkat lokal yang masih melibatkan sejumlah anggota TNI diberbagai tempat. 

“Kami menyayangkan Komisi 1 tidak memberikan arahan ketika merekomendasikan Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI. Bagi kami tugas DPR ketika uji kelayakan dan kepatutan bukan sekedar memeriksa komitmen, visi dan rencana kerja. Namun seharusnya bisa memberikan catatan-catatan yang harus dilakukan sesuai dengan agenda penataan hukum, Institusi TNI dan acuan lain seperti Hak Asasi Manusia sebagaimana yang dijamin dalam UUD 1945,” papar M. Ananto Setiawan selaku Staf Biro Riset KontraS, di kantor KontraS Jln Kramat, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Baca juga :   Rais Aam PBNU Harap Daya Kekuatan Ekonomi Umat Lahir dari Pesantren

Selain itu, KontraS juga berharap ada komitmen dari Panglima TNI terpilih Marsekal Hadi Tjahjanto untuk memastikan TNI melaksanan tugas dan fungsinya. Bedasarkan kehendak rakyat, konstitusi, dan kaidah-kaidah demokrasi yang berlaku hendaknya tidak hanya menjadi jargon semata.

“Panglima TNI harus menunjukan upaya yang luar biasa untuk mengembalikan amanat reformasi TNI pada jalurnya, mewujudkan TNI menjadi Institusi yang lebih profesional dan modern, tidak berpolitik, memiliki kompetensi dalam bidangnya dan tunduk pada prinsip supermasi sipil, demokrasi, dan hak asasi manusia,” jelasnya kemudian.

Baca juga :   Tawarkan Diri sebagai Jaminan, Utusan PBB untuk Suriah Minta Para Pemberontak Pergi dari Alepo Timur

Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017). Topik pada pernyataan itu antara lain ancaman pertahanan negara.