Komnas HAM Enggan Bergabung ke Tim Terpadu Gagasan Menkopolhukam

Komnas HAM Enggan Bergabung ke Tim Terpadu Gagasan Menkopolhukam

81
SHARE
Gedung Komnas HAM. Foto: yt/majalahayah.com

Majalahayah.com, Jakarta – Kementerian Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar rapat kordinasi khusus (Rakorsus), Senin (30/07) lalu. Dalam rapat tersebut membahas penyelesaian dugaan pelanggaraan HAM berat di masa lalu.

Hasil dari agenda ini Menko Polhukam Wiranto menyatakan bahwa sudah diputuskan untuk membentuk Tim Gabungan Terpadu sebagai upaya pengungkapan dugaan pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh pihak Kejaksaan Agung, Kabareskrim Polri, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Menanggapi hal tersebut, pihak Komnas HAM menolak untuk bergabung dengan tim tersebut. Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al-Rahab menyebut ada beberapa hal yang membuat lembaganya menolak. Komnas HAM menyebut tidak bisa bergabung dengan Tim Gabungan terpadu yang dibentuk Menkopolhukam karena tidak sesuai fungsi yang diberikan UU kepada Komnas HAM.

“Kami Komnas HAM menyatakan pada Menkopolhukam perihal pembentuk tim gabungan tidak bisa bergabung karena berdasarkan Undang-Undang,” ungkapnya saat ditemui, di kantornya, Senin (06/08/2018).

Amir juga menyatakan, walau menghormati adanya rencana pembentukan tim tersebut tetap saja lembaganya tidak bisa terlibat. Karena penyelesian masalah pelanggaran HAM berat di masa lalu harus berdasarkan UU dan yang jelas dasar hukumnya.

Baca juga :   BNPB : Gunung Anak Krakatau Meletus 576 Kali

“Jadi mekanisme berdasarkan instrumen dan mekanisme yang telah ada tidak berdasarkan mekanisme yang belum jelas dasar hukumnya,” ujarnya.

Terlebih, Komnas HAM lebih ingin jika pemerintah lebih baik memperhatikan korban pelanggaran HAM berat selama mekanisme hukum atas pelanggaran HAM berat yang belum ditentukan. “Kami mendesak pemerintah memperhatikan korban pelanggaran HAM berat,” tutupnya.

Sebelumnya, kementerian Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamana (Kemenko Polhukam) menggelar rapat kordinasi khusus (Rakorsus), Senin (30/7). Agendanya untuk membahas penyelesaian dugaan pelanggaraan HAM berat di masa lalu.

Ditemui usai memimpin rakorsus, Menko Polhukam Wiranto mengatakan, hasil dari agenda ini diputuskan bersama untuk membentuk tim gabungan terpadu sebagai upaya pengungkapan dugaan pelanggaran HAM berat di masa lalu. Tim ini nantinya akan terdiri dari berbagai lembaga terkait dengan upaya pengungkapan kasus itu.

“Maka hari ini kami memutuskan bersama setelah rapat koordinasi membentuk tim gabungan terpadu, dari semua lembaga,” ujar Wiranto.

Wiranto menuturkan, tim terpadu ini nantinya akan membedah satu persatu kasus dugaan pelanggaran HAM berat. Mereka juga bertugas menyelidiki faktor penghambat mengapa kasus tersebut mandek.

Baca juga :   56 Siswa Sayat Tangan, Mendikbud : Disebabkan Minuman Bukan Nonton Youtube

“Bersama-sama untuk duduk membedah satu persatu secara jujur. Jujur kepada dia sendiri, jujur kepada masyarakat dan jujur kepada Tuhan yang Maha Esa. Kita bedah satu persatu di mana hambatannya,” katanya.

Selain itu, Tim Terpadu juga akan dikerahkan untuk mencari bukti-bukti pelengkap atas dugaan pelanggaran HAM berat. Sebab pembuktian kasus tersebut tidak cukup dengan testimoni atau wawancara saksi.

“Kalau masih ada kekurangan bukti bagaimana cara mendapatkan bukti. Jangan hanya kita berbicara dengan testimoni dengan wawancara kan gak mungkin harus ada bukti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wiranto mengatakan, upaya pembentukan tim terpadu ini sebagai upaya transparansi kepada masyarakat. Sehingga tidak terjadi saling tuduh antar pihak. Dan kasus pelanggaran HAM berat bisa diselesaikan sesegera mungkin.

“Intinya kita akan tampilkan kekujuran kepada masyarakat, sehingga jangan sampai ada tuduh-menudub bahwa saling melempar bola, tapi betul-betul kita ingin bahwa tuduhan pelanggaran HAM berat masa lalu itu dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.