JDMU. foto :Majalahayah.com

Majalahayah.com, Jakarta – Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ)  melihat bahwa pengembangan seni tari khususnya di Jakarta tidak bisa dimonopoli oleh satu pihak. Dalam memajukan kreatifitas dan memberikan apresiasi pada industri tari merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan yang berada di ibu kota.

Menggandeng langsung para komunitas dan sanggar tari di Jakarta, penyelenggaraan Jakarta Dance Meet Up (JDMU) sudah mengkonsepkan keterlibatan mereka sejak tahap awal persiapan hingga pelaksanaannya. Pelaksanaan JDMU selama tahun 2017 akan melibatkan puluhan komunitas tari yang bersedia tampil dalam ajang ini.
“Bagi DKJ, komunitas tari, sanggar, sekolah tari informal atau group kecil dengan genre apa saja memiliki posisi strategis untuk terus menumbuhkan semangat berkreasi sekaligus berekspresi seni tari di masyarakat” ujar Hartanti, selaku Ketua Komite Tari DKJ dari rilis yang diperoleh majalahayah.com (24/10).
Anggota komite tari DKJ menambahkan tanggapan mengenai JDMU  menggambarkan sebagai “Young talents of today will be legends of tomorrow”.
Penyelenggaraan JDMU selalu terbuka bagi semua komunitas, sanggar dan sekolah tari Indonesia dapat menikmati semua penampilan yang ada di JDMU secara gratis.