Home Inspiratif Kisah Kepercayaan VS 1000 Dinar

Kisah Kepercayaan VS 1000 Dinar

311
Ilustrasi uang dinar.
Ilustrasi uang dinar. Sumber www.religion.info

Majalahayah.com – Dalam sebuah perjalanan biasanya tidak lepas dari interaksi dengan orang lain yang belum kenal sebelumnya. Namun bagaimana jika perjalanan kita berubah menjadi sesuatu masalah yang menguji kesabaran dan mempertaruhkan kepercayaan sehingga harus ada sesuatu yang dikorbankan?

Diceritakan bahwa suatu hari Imam Al-Bukhari naik di sebuah kapal dengan membawa uang sebesar 1000 dinar. Pada saat itu, uang tersebut dianggap jumlah yang besar. Lalu seorang lelaki mendekati beliau dan memperlihatkan kedekatan serta keceriaan kepada beliau. Dia mendekat dan terus mengajak beliau bercerita. Ketika Imam Al-Bukhari sudah merasa dekat dengan lelaki tersebut, suatu hari, di dalam perjalanan, beliau mengabarkan kepada lelaki tersebut perihal uang dinar yang beliau bawa.

Suatu hari, ketika lelaki tersebut bangun dari tidurnya, ia (pura-pura) menangis histeris dan meratap sampai semua penduduk kapal mengelilinginya dan menanyakan sebab tangisannya.

“Aku kehilangan uang sebanyak 1000 dinar!” katanya sambil terus menangis

Maka mulailah orang-orang memeriksa seluruh penjuru kapal. Sedangkan Imam Al-Bukhari setelah mengetahui keadaan tersebut, beliau lalu secara sembunyi-sembunyi membuang uangnya ke tengah lautan.

Setelah selesai memeriksa seluruh penjuru kapal, orang-orang kembali dengan tangan hampa, nihil. Mereka lalu mulai mencerca lelaki tersebut dan menyebutnya sebagai pembual.

Ketika perjalanan usai, lelaki tersebut mendatangi Imam Al-Bukhari dan terjadilah percakapan di antara keduanya,

“Engkau kemanakan uang-uang dinar tersebut?”

“Aku membuangnya ke laut”

“Bagaimana bisa kamu sabar kehilangan uang sebanyak itu?” lelaki tersebut sangat keheranan.

Imam Al-Bukhari berkata, “Aku telah menghabiskan seluruh hidupku untuk mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan seluruh dunia telah mengenal kejujuranku. Sama sekali tidak mungkin aku mengorbankan kepercayaan tersebut hanya karena tuduhan mencuri, berapa banyakpun jumlahnya! Apakah mutiara mahal (yaitu kepercayaan umat) yang telah aku cari sepanjang hidupku akan aku korbankan demi sejumlah uang dinar??”

Dinukil dan diterjemahkan dari kitab: Sirah Imam Al-Bukhari yang ditulis oleh Imam Abdussalam Al-Mubarakfuri