Majalahayah.com, Jakarta – Glenn Fredly mengawali kariernya di dunia musik profesional sebagai vokalis band tahun 1990-an, Funk Section. Dari sini ia menunjukkan bakat menyanyi yang luar biasa dan diakui sebagai salah satu pencipta lagu paling romantis di Indonesia.

Glenn memulai karier menyanyi di usia yang masih belasan. Setelah itu, ia memutuskan untuk bersolo karir dengan menghadirkan lagu tunggal/single “Cukup Sudah” yang masuk pada album perdananya “Glenn” (1998).

Tak hanya memiliki ciri khas suara, Glenn ternyata mampu membuat lagu dengan apik. Kiprahnya sebagai penyanyi dan penulis lagu mulai diperhitungkan sejak album kedua “Kembali” di mana terdapat lagu “Kasih Putih”.

“Awalnya orang tidak bisa melihat karena orang melihatnya hanya sebagai penyanyi kemudian dia mencipta lagu, itu melengkapi apa yang ada di teori musik. Kalau pencipta lagu dapat menyanyi lagu dengan baik maka dia dapat membawakan karyanya akan lebih bagus dibanding dia membawakan karya orang lain,” kata pengamat musik Bens Leo yang dilansir dari ANTARA, Kamis.

“Itulah yang dilakukan Glenn selama ini, jadi lagu ciptaannya banyak yang jadi hits karena mencipta lagu sendiri dan menyanyikannya sendiri,” lanjutnya.

Album ketiga Glenn “Selamat Pagi, Dunia!” benar-benar meledak di pasaran. Di album ini terdapat lagu “Januari”, “Sekali Ini Saja”, “Terpesona” serta “Sedih Tak Berujung”, “Akhir Cerita Cinta” dan “Habis” yang masuk dalam versi repackaged.

Semua single tersebut diputar di mana-mana dan menjadi lagu wajib bagi orang yang patah hati. Banyak yang menyebut jika lagu-lagu di album itu terinspirasi dari hubungannya yang kandas dengan Nola Be3.

“Lagu ‘Januari’ itu sangat populer dan itu sangat Glenn banget. Satu lagi, tema-tema lagunya yang cinta, patah hati tapi dibuatnya dengan lirik-lirik yang tidak mendayu-dayu. Karena dia berada di ranah musik R&B, ini yang menyebabkan musiknya lebih ke anak muda,” jelas Bens.

Menurut Bens, 10 album popnya selalu menjadi hits dan sangat pantas dikenang sebagai penyanyi dan pencipta lagu terbaik di Indonesia.

“Kalau mengungkap 10 album itu, banyak sekali lagu yang jadi hits dan salah satu yang pantas dikenang adalah Glenn selalu dekat dengan seniman lain,” ujar Bens.

Sosok Sederhana

Pihak keluarga mengenang Glenn Fredly sebagai sosok yang sederhana dan mengutamakan keluarga semasa hidupnya.

“Dia orang yang sederhana banget, low profile, dan dia enggak mau orang lain tahu kalau dia kayak kemarin sakit. Tapi dia banyak pesan sama kita di hari terakhir, dia bilang ‘family stick together,’ dan dia benar-benar orang yang low profile,” kata Uci, adik perempuan Glenn Fredly saat berbincang di Rumah Duka Heaven Dharmais, Jakarta, Kamis yang dilansir dari Antaranews.

Sambil menahan tangis, Uci juga mengatakan bahwa kakaknya itu tidak pernah mengeluh dengan sakit yang diidapnya.

“Memang bung itu orangnnya enggak mau bilang kalau sakit ya, tapi terakhir memang kita udah sama-sama berdoa, semua kita berserah. Begitu cepat aja semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Glenn Fredly Deviano Latuihamallo meninggal dunia pada Rabu (8/4) petang pada usia 44 tahun, akibat penyakit meningitis.

Pelantun “My Everything” itu dilaporkan meninggal sekitar pukul 18.00 WIB saat jalani perawatan di RS Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta.

Glenn Fredly meninggalkan istri dan seorang anak perempuan bernama Gewa Atlanta Syamayim Latuihamallo yang belum lama lahir.

Rencananya jenazah Glenn Fredly akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Prosesi pemakaman akan berlangsung secara tertutup