Kiat-kiat Menjaga Anak dari Penyakit Kejiwaan

Kiat-kiat Menjaga Anak dari Penyakit Kejiwaan

60
SHARE
Ilustrasi kasih sayang orangtua pada anak. Sumber www.kizlarsoruyor.com

Majalahayah.com – Keteduhan seorang anak yang dirasakan orangtua, mampu membuat perubahan besar dalam perkembangan anak dan harmonisasi keluarga.  Orangtua menjadi benteng utama kondisi alam pikiran,mental dan kejiwaan anaknya.

Sebagaimana  yang dijelaskan oleh Syech DR. Shallabi dalam nasihatnya tentang kiat menjaga kejiwaan anak. Bagi anda yang ingin menjaga anak-anaknya dari penyakit kejiwaan, ikutilah beberapa kiat berikut ini dan coba Anda lihat bagaimana hasilnya.

Dalam hal ini diperlukannya program membentuk interaksi intensif dengan anak dengan kiat-kiat berikut:

1] Ngobrol lah bersama anak-anak 20 menit per hari seperti layaknya ngobrol dengan seorang teman (tanpa memberi nasehat, tanpa membicarakan tentang sekolahan atau arahan apapun)

2] Ungkapkan perasaan kasih sayang dari ayah terhadap anaknya 5-10× per hari.

3] Pujilah anak setiap hari 5× atas perilaku positif yang dilakukannya.

4] Pujilah anak-anak setiap hari 5× terhadap hal-hal yang nampak (seperti senyumannya, rambutnya, matanya, atau yang lainnya)

5] Seminggu 2× ikutsertakan anak-anak pada aktifitas diluar rumah walaupun 5 menit (seperti jalan-jalan dan olahraga)

6] Sebelum tidur, 3 menit setiap hari tanamkan nilai-nilai kepada anak seperti:
– Nak, ayah senang sekali hari ini kamu melakukan ini dan itu …
– Ayah senang kamu sudah membantu adik perempuanmu
– Ayah senang kamu jadi anak yang taat dan patuh.

Baca juga :   Sosok Ibu Sebagai Benteng Pertahanan Narkoba

7] Seminggu 2× makan malam bersama anggota keluarga baik di dalam atau di luar rumah. Sebaiknya waktunya agak longgar sehingga obrolan dan diskusi dengan anggota keluarga porsi waktunya lebih banyak.

8] Gunakan 1-3 menit perhari lakukan hal berikut (dan anda menjadi pendengar setia):
– Duduklah bersama anak anda ditempat yang tenang dan persilahkan si anak untuk mengutarakan apapun tanpa ada tekanan atau diskusi. Tidak mengomentari atau memotong pembicaraannya. Setelah 3 menit berlalu selesai pula obrolan anda dengan anak anda.

9] Ekspresikan cinta Anda pada anak atas perilaku-perilakunya sehari-hari : (5 sentuhan perhari)
– Belai lah kepala bagian belakang anak (sebagai bentuk kasih sayang)
– Letakkan tangan di kepala anak (bentuk kebanggaan)
– Letakkan tangan diatas kening anak (bentuk ketenangan)
– Letakkan tangan di ke 2 pipi anak (bentuk kasih sayang)
– Genggam tangan anak untuk menguatkan hubungan dan cinta anda
– Kalau anaknya lagi marah atau ada perasaan kesal atau tidak enak (tepuk dadanya secara lembut)

Cobalah dengan 4 ciuman setiap hari:
– kecupan kening saat menyambut kedatangan anak anda (pulang sekolah atau dari manapun)
– kecupan kepala anak untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya
– ciuman di pipinya sebagai ekspresi rasa rindu.
– ciuman di tangan untuk menyambut dan mengekspresikan sayang.

Baca juga :   Anggota DPR RI, Haerudin: Program Keluarga Berencana Bukan Hanya Urusan Batasan Jumlah Anak

Cobalah untuk beri dekapan berbeda-beda selama sehari
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, adalah suri tauladan kita dalam membina hubungan dan menjadi contoh terbaik dalam mendidik anak. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu mencium Fathimah Az Zahraa setiap kali bertemu, mengecup keningnya, mencium tangannya dan mendekapnya di dalam rumahnya atau ketika di masjidnya dihadapan para sahabat.

Terakhir, jagalah hubungan dengan anak anda sehingga dia mencintaimu, mentaatimu dan berbakti kepadamu. Dengan program ini anda sedang membangun kepribadian anak anda, mengenali sifatnya, meningkatkan kecintaannya dan Anda menjadi ayah teladan menurut pandangannya.

Semua hal-hal yang merusak hubungan yang biasa anda lakukan atau penyebab labilnya kepribadian anak, keras kepala, masa pubernya yang mengganggu, penyimpangan moral dan sebab-sebab penyakit lainnya akan hilang dan lenyap (secara sendirinya).

Katakanlah kepada anak (laki-laki/perempuan) anda: Terima kasih anakku kamu telah mengisi kehidupanku.

Jadilah orang tua yang lemah lembut (pada anaknya).