Anak makan (Dok : shutterstock)

Majalahayah.com, Jakarta – Sejak awal anak memulai makanan padat, sebagian orangtua sudah mengenalkan cita rasa pedas ke anak. Mereka berdalih dengan mengenalkan makanan pedas lebih awal, anak akan cepat beradaptasi dengan makanan orang dewasa.

Namun disisi lain, orangtua khawatir akan timbulnya masalah kesehatan seperti mengalami erosi mukosa lambung setelah mengonsumsi makanan pedas tersebut. Sebenarnya, bagaimana cara yang baik mengenalkan rasa pedas ke anak?

Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, pakar nutrisi menuturkan bahwa 100 gram cabai mengandung senyawa antiinflamasi dan vitamin C yang tentunya baik bagi kesehatan.

“Itu dalam 100 gram cabai kan jumlah sangat banyak, umumnya orang makan sambal hanya satu sendok teh”, kata pakar nutrisi tersebut saat dijumpai dalam acara ‘Dancow Advance Excelnutri+’ (Kamis/ 07/02/2019).

Sebenarnya dalam pembuatan sambal, tambah Saptawati, ada bahan lain seperti tomat, bawang, dan lain-lain yang menambah nutrisi di dalam sambal tersebut. Bahkan dengan rasa pedas anak cenderung lahap menyantap makanan.

Dirinya pun menegaskan orangtua tak perlu khawatir jika mengenalkan rasa pedas secara bertahap dalam jumlah yang sedikit.

Ia juga menjelaskan semua rasa makanan mesti diperkenalkan sejak awal namun perlu diperhatikan kesiapan anak. Jika usia diatas setahun sudah boleh makanan biasa seperti orangtua.

“Kadang-kadang orangtua mengenalkan rasa pedas sebagai hukuman, seperti jika anak tidak mau nurut nanti diolesin cabai.Tapi sebenarnya diolesin cabainya tidak banyak. Nanti lama lama dia kan tau. Ini stimulan”, tukasnya.